BPBD Maybrat Tanamkan Budaya Sadar Bencana Sejak Dini, Ratusan Siswa SD Ikut Sosialisasi dan Simulasi

BPBD Maybrat Tanamkan Budaya Sadar Bencana Sejak Dini, Ratusan Siswa SD Ikut Sosialisasi dan Simulasi.

ISTORINEWS.COM, Maybrat – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Maybrat menutup rangkaian kegiatan sosialisasi dan simulasi tanggap bencana Tahun 2026 di SD Inpres 14 Ayamaru, Jumat (17/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun budaya sadar bencana sejak usia dini di lingkungan sekolah.

Sosialisasi berlangsung selama dua hari, 16–17 Juli 2026. Kegiatan diawali di SD YPK Imanuel Segior, Distrik Ayamaru Jaya, dan dibuka langsung oleh Kepala BPBD Kabupaten Maybrat, Hosea Salossa.

Bacaan Lainnya

Program tersebut menyasar para pelajar Sekolah Dasar dengan tujuan memberikan pemahaman dasar mengenai kebencanaan sekaligus melatih kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat.

Kepala BPBD Kabupaten Maybrat, Hosea Salossa, mengatakan kegiatan serupa akan dilaksanakan secara bertahap di sejumlah sekolah lain di wilayah Maybrat, mulai dari Yukase, Ayamaru Utara hingga Ayamaru.

“Kami berharap Pemerintah Kabupaten Maybrat, para guru, dan seluruh masyarakat dapat bersama-sama mendukung upaya BPBD dalam membangun kesiapsiagaan menghadapi bencana. Penanggulangan bencana adalah tanggung jawab kita bersama,” ujar Hosea.

Sementara itu, Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian BPBD Kabupaten Maybrat, Selina Naa, yang juga menjadi pemateri, menjelaskan materi yang diberikan mencakup berbagai jenis bencana yang berpotensi terjadi di wilayah Maybrat, seperti banjir, tanah longsor, hujan berintensitas tinggi, angin kencang, dan gempa bumi.

Menurut Selina, meski gempa bumi di Maybrat umumnya terjadi dalam skala kecil, ancaman banjir dan tanah longsor menjadi perhatian utama karena hampir setiap musim hujan melanda sejumlah wilayah.

“Meskipun gempa bumi sering terjadi dalam skala kecil, ancaman banjir dan longsor menjadi perhatian utama karena hampir setiap musim hujan terjadi di sejumlah wilayah. Itulah yang kami perkenalkan kepada anak-anak di Sekolah Dasar,” katanya.

Selain mengenalkan jenis-jenis bencana, para siswa juga diberikan pemahaman mengenai langkah-langkah penyelamatan diri saat menghadapi keadaan darurat.

Mereka diajak berdiskusi mengenai tindakan yang harus dilakukan ketika terjadi banjir, longsor, gempa bumi maupun angin kencang.

BPBD juga mengajarkan pentingnya segera menuju tempat yang aman, tidak bermain di area banjir, mematikan aliran listrik saat rumah terendam, serta menyiapkan tas siaga bencana yang berisi perlengkapan penting.

Selina menegaskan edukasi kebencanaan sangat penting diberikan kepada sekolah-sekolah yang berada di kawasan rawan bencana.

Melalui sosialisasi dan simulasi tersebut, BPBD Kabupaten Maybrat berharap budaya sadar bencana dapat terus ditanamkan sejak dini sehingga mampu mengurangi risiko korban jiwa maupun kerugian apabila bencana terjadi di kemudian hari.

Pos terkait