WHDI Kota Sorong Gelar Muscab Perdana, Perkuat Peran Wanita Hindu dalam Budaya dan Ekonomi Umat

ISTORI NEWS : Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kota Sorong menggelar Musyawarah Cabang Pertama di Wantilan (Pendopo) Malibela Pura Jagat Buana Kerti Kota Sorong.

ISTORINEWS.COM, Kota Sorong– Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kota Sorong menggelar Musyawarah Cabang Pertama di Wantilan (Pendopo) Malibela Pura Jagat Buana Kerti Kota Sorong, Minggu (31/8/2025).

Ketua DPC WHDI Kota Sorong, Orpa Elsi Waromy, menegaskan bahwa Musyawarah Kota perdana yang digelar memiliki makna mendalam bagi kaum perempuan Hindu.

Bacaan Lainnya

Dengan mengusung tema “Wanita Bersinergi dalam Melestarikan Budaya dan Ekonomi Umat” Orpa Elsi Waromy menekankan bahwa forum ini bukan sekadar ajang berkumpul dan berdiskusi, tetapi juga wadah untuk merumuskan langkah-langkah strategis dalam memperkuat peran wanita sebagai agen pelestari budaya sekaligus penggerak ekonomi umat.

“Melalui forum ini, saya berharap kita dapat menyatukan visi, menyusun program kerja yang inovatif, dan menciptakan sinergi yang kuat di antara kita. Mari jadikan musyawarah ini momentum untuk memperkuat persaudaraan, meningkatkan kualitas diri, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan agama,” ujarnya.

ISTORINEWS.COM: Kepala Penyelenggara Hindu Kementerian Agama Kota Sorong, I Gede Darmaja menyematkan tanda peserta kepada peserta Musda WHDI.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras demi menyukseskan penyelenggaraan musyawarah WHDI Kota Sorong pertama ini.

“Selamat bermusyawarah, semoga menghasilkan keputusan yang bermanfaat besar bagi kemajuan bersama, khususnya bagi wanita Hindu di Kota Sorong,” imbuhnya.

Kepala Penyelenggara Hindu Kementerian Agama Kota Sorong, I Gede Darmaja, memberikan apresiasi kepada Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) yang telah menggagas dan mempersiapkan pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) di Kota Sorong.

Menurutnya, Musda bukan hanya forum tertinggi dalam organisasi, tetapi juga wujud nyata kedewasaan dalam menata langkah ke depan. Pada kesempatan ini, WHDI akan memilih pengurus baru periode 2025–2030 yang diharapkan mampu merancang program sesuai kebutuhan umat Hindu di Kota Sorong.

ISTORI NEWS: Foto bersama usai pembukaan Muscab WHDI Kota Sorong.

“Perempuan Hindu adalah tiang utama dalam membangun kehidupan harmonis, sekaligus agen perubahan dalam masyarakat. Karena itu, peran WHDI sangat penting dalam membina umat, melestarikan budaya, serta menanamkan nilai-nilai Tri Hita Karana,” ujar I Gede Darmaja.

Ia juga mengingatkan agar seluruh lembaga keagamaan Hindu di Papua Barat Daya segera mengurus tanda daftar organisasi di Kementerian Agama, karena hal itu menjadi syarat untuk mendapatkan dukungan maupun bantuan resmi dari pemerintah.

“Bagi lembaga yang sudah memiliki tanda daftar, mohon dicek kembali masa berlakunya. Jika sudah habis, segera ajukan perpanjangan. Kami siap membantu proses tersebut,” tegasnya.

I Gede berharap Musda WHDI Kota Sorong dapat berlangsung dengan semangat kebersamaan, serta hasilnya membawa manfaat bagi umat, masyarakat, bangsa, dan agama.

Sementara itu, mewakili Ketua Parasida Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Sorong sekaligus Ketua Pengurus Pura Jagat Buana Kerti Kota Sorong, I Made Suarja menegaskan bahwa peran wanita Hindu sangat penting dalam menanamkan nilai-nilai kehidupan sejak dini.

Menurutnya, wanita Hindu tidak hanya berperan sebagai pendukung, tetapi juga sebagai mitra sejajar dalam mewujudkan keseimbangan hidup, keharmonisan, serta kesejahteraan dunia.

“Wanita Hindu memiliki tanggung jawab besar untuk menanamkan nilai dan norma sejak dini, karena itu merupakan bagian dari filosofi Hindu tentang kesatuan jiwa dan raga. Pria dan wanita memiliki peran yang sama dalam menciptakan keseimbangan dunia,” ujar Suarja.

Ia juga mencontohkan bahwa keteguhan ibu-ibu dalam mendidik anak sangat berpengaruh, terutama saat terjadi peristiwa bentrokan yang sempat viral di media sosial.

“Kami bersyukur anak-anak kita tidak terlibat, karena ibu-ibu berhasil menanamkan etika dan moral yang baik,” tambahnya.

Suarja berharap, melalui Musyawarah Daerah Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI), organisasi ini dapat terus berkembang dan menjadi wadah unggulan yang membawa nama baik Kota Sorong.

Pos terkait