Asosiasi Homestay Apresiasi Bantuan Pemprov PBD  untuk Pengembangan Pariwisata, Didorong Naik Kelas

ISTORI NEWS : Ketua Asosiasi Homestay Papua Barat Daya, Konstantinus Saleo.

ISTORINEWS.COM, Papua Barat Daya – Ketua Asosiasi Homestay Papua Barat Daya, Konstantinus Saleo, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian Pemerintah Provinsi terhadap pelaku usaha homestay.

Pernyataan itu disampaikan usai penyerahan hibah barang kepada para pengelola homestay dari Pemprov PBD melalui Dinas Pariwisata di ruang rapat kantor gubernur, Sabtu (21/2/2016).

Bacaan Lainnya

“Saya selaku Ketua Asosiasi, mewakili teman-teman pelaku homestay, menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya atas dukungan dan bantuan yang telah diberikan,” ujarnya.

Menurut Konstantinus, bantuan tersebut sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan fasilitas guna menunjang pelayanan kepada tamu.

Ia menilai dukungan pemerintah menjadi faktor penting agar sektor pariwisata di Papua Barat Daya terus berkembang dan tetap menjadi tujuan kunjungan wisatawan.

Sebagai destinasi unggulan, khususnya di kawasan Raja Ampat, ketersediaan fasilitas yang memadai menjadi salah satu poin krusial.

Fasilitas yang baik, katanya, berpengaruh langsung terhadap kenyamanan tamu sekaligus citra daerah sebagai destinasi wisata kelas dunia.

Ia menjelaskan, sebagian besar pelaku homestay menggunakan mesin 40 PK maupun 15 PK untuk menunjang aktivitas wisata bahari.

Karena itu, dukungan terhadap peralatan transportasi laut, perlengkapan akomodasi, hingga peralatan elektronik seperti dispenser dan kebutuhan pendukung lainnya dinilai sangat berarti.

Konstantinus juga mengakui adanya peningkatan standar pelayanan dari waktu ke waktu. Jika sebelumnya banyak homestay masih menggunakan peralatan manual seperti teko biasa, kini sudah mulai beralih ke peralatan elektronik dan fasilitas yang lebih modern.

“Artinya, standar pelayanan kami juga terus meningkat. Kami tidak ingin selamanya berada di kelas bawah, kami ingin naik kelas dalam memberikan pelayanan yang berkelas,” tegasnya.

Ia menambahkan, untuk menjalin kerja sama dengan agen maupun perusahaan internasional, fasilitas homestay harus memenuhi standar tertentu.

Kualitas layanan harus terus ditingkatkan agar mampu bersaing dan memberikan kenyamanan maksimal bagi wisatawan.

Terkait kunjungan wisatawan, Konstantinus menyebutkan bahwa sempat terjadi penurunan signifikan saat pandemi COVID-19. Namun saat ini, kunjungan mulai kembali meningkat.

Memasuki musim ramai (high season), jumlah tamu terus bertambah dan pemesanan homestay menunjukkan tren positif.

Ia pun berharap pemerintah tidak hanya mendorong pengembangan usaha di Raja Ampat, tetapi juga di kabupaten-kabupaten lain di Papua Barat Daya agar potensi pariwisata dapat berkembang secara merata.

Sebagai Asosiasi Homestay, pihaknya berkomitmen untuk terus mendorong seluruh anggota agar bangkit dan berkembang bersama.

“Kami akan saling mendukung, berbagi informasi, dan membantu sesama pelaku usaha yang masih membutuhkan pendampingan. Itulah komitmen dan harapan kami ke depan,” pungkasnya.

Pos terkait