Yohan Bodory Sebut Hak Masyarakat Adat Menjadi Perhatian Pemerintahan Baru di Sorong Selatan

Yohan Bodory, Ketua Lembaga Masyarakat Adat Imekko Sorong Selatan.

ISTORINEWS.COM, Teminabuan– Kepala Suku Inanwatan Metemani Kais dan Kokoda (Imekko) Kabupaten Sorong Selatan, Yohan Bodory tegaskan hak-hak masyarakat adat kabupaten Sorong Selatan khususnya di wilayah Imekko harus menjadi perhatian utama dalam pelayanan pemerintahan.

Pernyataannya ini akan menjadi Pekerjaan Rumah (PR) terhadap dirinya sebagai Wakil Bupati (Wabup) Sorong Selatan terpilih bersama Bupati terpilih, Petronela Krenak.

Bacaan Lainnya

“Pemerintahan Sorsel yang baru periode 2024-2029 Petronela-Yohan (Nelayan) sesuai dengan visi misi, kami akan memperhatikan hak-hak masyarakat adat dan itu akan menjadi perhatian utama dalam pelayanan pemerintahan kami,” ujar Yohan Bodory, Wakil Bupati Sorong Selatan terpilih kepada media ini, Senin (3/1/2025).

Ia pun menyoroti keberadaan aktivitas dua perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit dan pengolahan produksi sagu di Imekko.

Menurutnya hal itu sangat perlu disikapi, lantaran kedua perusahaan itu diduga menimbulkan masalah sosial budaya dan kultur di kalangan masyarakat Imekko.

“Karena kelapa sawit masyarakat pelepas HGU, sedangkan tana adat tidak pernah nikmati kebun plasma,” tandasnya.

Selain itu Bodory juga menyebutkan untuk kebun sagu, masyarakat hingga kini masih mengeluh dan menyesalkan pihak perusahaan yang membeli sagu dari masyarakat per tual dihitung dengan Rp1000 permeter.

“Sedangkan kebun sagu sangat di sesalkan dengan harga per tual di hitung dengan 1000 rupiah permeter, ini penghinaan sehingga menjadi komitmen dan perhatian pemerintahan yang baru,” tegasnya.

Dikatakannya, hak masyarakat adat menjadi perhatian utama kepemimpinan pasangan “Nelayan” dirinya bersama Petronela Krenak, untuk melihat bagian persoalan di wilayah Imekko terutama di Distrik Kais dan Distrik Metemani.

“Kami tidak mau tinggalkan kenangan Air Mata untuk generasi penerus, melainkan kami ingin tinggalkan Mata Air bagi generasi Imekko akan datang,” tegas Yohan Bodory.

Pos terkait