ISTORINEWS.COM, Papua Barat Daya – Anggota Komisi IV DPRP Papua Barat Daya yang Membidangi Kesejahteraan Sosial, Cartensz Malibela, mendesak Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, agar lebih serius memperhatikan pemberdayaan ekonomi Orang Asli Papua (OAP), khususnya Mama-Mama Pedagang Papua yang kembali menyampaikan aspirasi di Kantor Gubernur, Rabu (1/7/2026).
Menurut Cartensz, aksi penyampaian aspirasi yang terus berulang menunjukkan masih adanya persoalan yang belum diselesaikan pemerintah daerah.
Ia menilai pemerintah, khususnya organisasi perangkat daerah (OPD) teknis, belum maksimal menjalankan tugas dalam memberikan solusi bagi para pedagang asli Papua.
“Kami minta Gubernur Papua Barat Daya fokus memperhatikan Mama-Mama Pedagang Papua. Sangat disayangkan karena mereka terus datang ke DPR maupun ke Kantor Gubernur untuk menyampaikan aspirasi yang sama. Ini menandakan persoalan mereka belum terselesaikan,” ujarnya.
Cartensz mengatakan, pemerintah provinsi seharusnya hadir untuk melindungi dan memberdayakan masyarakat Papua.
Ia mengingatkan bahwa anggaran Otonomi Khusus telah mengalokasikan dana untuk pemberdayaan ekonomi OAP sehingga harus dimanfaatkan secara tepat sasaran.
Ia juga menyoroti sikap dinas teknis yang dinilai kurang responsif. Menurutnya, Komisi Otsus DPRP Papua Barat Daya pernah mengundang dinas terkait dalam rapat, namun tidak dihadiri sehingga upaya mencari solusi bersama tidak berjalan optimal.
“Kami ingin pemerintah menginventarisasi kebutuhan Mama-Mama Pedagang Papua sehingga bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran. Jangan sampai setiap tahun mereka terus datang mengeluh karena persoalannya tidak pernah selesai,” tegasnya.
Lebih lanjut, Cartensz meminta Gubernur mengevaluasi kinerja OPD yang membidangi koperasi, UMKM, dan perdagangan apabila dinilai tidak mampu menyelesaikan persoalan masyarakat.
“Kalau ada oknum yang tidak mampu mengurus kepentingan Orang Asli Papua, sebaiknya dievaluasi atau diganti. Pemerintah harus hadir memberikan solusi, bukan membiarkan masyarakat terus berteriak menyampaikan hak-haknya,” katanya.
Cartensz berharap Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya segera mengambil langkah konkret agar Mama-Mama Pedagang Papua memperoleh perhatian dan dukungan yang layak, sehingga program pemberdayaan ekonomi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh Orang Asli Papua.












Hari ini : 1059
Kemarin : 1463
Total Kunjungan : 514909
Hits Hari ini : 2131
Who's Online : 11