ISTORINEWS.COM, Kabupaten Sorong, Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Sorong, Lexie Durimalang, SE., MM., bersama Ketua dan anggota Komisi IV melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. J.P. Wanane di Kilometer 22, Rabu (12/6/2025).
Sidak ini dilakukan sebagai respons atas keluhan masyarakat terkait buruknya pelayanan medis di rumah sakit tersebut.
“Inspeksi ini kami lakukan untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat mengenai pelayanan dokter dan tenaga medis di RSUD. Karena itu, kami turun bersama Komisi IV DPRD untuk melihat secara langsung,” ujar Lexie Durimalang.
Turut mendampingi dalam sidak tersebut, Ketua Komisi IV Ellon Fadan, Sekretaris Komisi Mayer Prapto, serta sejumlah anggota lainnya.
Setibanya di lokasi, rombongan DPRD langsung bertemu dengan para dokter, tenaga medis, serta staf rumah sakit. Dari hasil diskusi dan pemeriksaan lapangan, ditemukan bahwa sejumlah fasilitas di rumah sakit sudah tidak layak pakai dan tidak memenuhi standar pelayanan kesehatan.
“Setelah kami tanya langsung kepada dokter, tenaga medis, dan staf, ternyata banyak fasilitas rumah sakit yang tidak memadai. Misalnya, ketersediaan obat-obatan di luar tanggungan BPJS, serta kondisi ruang inap yang memprihatinkan,” jelas Lexie.
Ia mengungkapkan bahwa sebagian besar pendingin ruangan (AC) di ruang rawat inap tidak berfungsi, dan banyak toilet mengalami kerusakan hingga tidak bisa digunakan oleh pasien karena tersumbat.
Selain itu, politisi Partai Demokrat ini juga menyoroti lemahnya koordinasi antara pihak manajemen rumah sakit dan staf di lapangan.
Menurutnya, hal ini berdampak terhadap buruknya pelayanan sehingga banyak warga Kabupaten Sorong memilih berobat ke rumah sakit di Kota Sorong.
“Kurangnya komunikasi antara pimpinan dan bawahan di RSUD ini, serta pelayanan yang lambat, membuat masyarakat kehilangan kepercayaan dan memilih mencari pengobatan di Kota Sorong,” tegasnya.
Lexie juga menyinggung soal anggaran BPJS yang sudah dikeluarkan oleh pemerintah daerah untuk masyarakat Kabupaten Sorong. Namun, realitanya banyak pasien justru lebih nyaman berobat di luar daerah, yang berdampak pada kontribusi RSUD terhadap daerah (Pemkab Sorong) menjadi minim.
“Jika masyarakat lebih memilih berobat ke Kota Sorong, ini tentu berdampak pada kontribusi rumah sakit terhadap daerah. Sayang sekali kalau anggaran besar yang sudah dikeluarkan untuk BPJS Kesehatan tidak dimanfaatkan secara maksimal,” tambahnya.
Ia pun mendorong manajemen RSUD Dr. J.P. Wanane segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar pelayanan dan pembenahan fasilitas yang rusak.
“Kami sudah pernah melakukan hearing dengan Direktur RSUD terkait pelayanan, termasuk soal bank darah yang sudah diresmikan tapi sampai sekarang belum berfungsi. Ini harus menjadi perhatian serius,” tegas Lexie Durimalang.
Ia juga menekankan bahwa RSUD Jhon Piet Wanane harus menjadi rumah sakit yang memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan menjadi rumah sakit rujukan yang layak di Provinsi Papua Barat Daya.














Hari ini : 362
Kemarin : 853
Total Kunjungan : 312630
Hits Hari ini : 549
Who's Online : 6