ISTORINEWS.COM, Papua Barat Daya- Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, menegaskan komitmennya untuk memperluas akses internet hingga ke kampung-kampung terpencil. Langkah ini disebut sebagai upaya meningkatkan daya saing generasi muda Papua Barat Daya di era globalisasi.
Menurut Elisa Kambu, konektivitas digital bukan hanya sekadar sarana komunikasi, tetapi juga pintu masuk bagi pembangunan di berbagai sektor, mulai dari ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan sosial budaya.
“Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya siap berkolaborasi dengan pemerintah pusat, kabupaten/kota, serta penyedia layanan telekomunikasi untuk memperluas jaringan internet,” ujar Gubernur Elisa Kambu dalam pembukaan Rapat Koordinasi Peningkatan Konektivitas Digital di Sorong, Senin (18/8/2025).
“Harapan kami, generasi Papua tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga mampu memanfaatkan internet untuk berbagai sektor produktif,” lanjutnya.
Selain mendorong literasi digital, gubernur juga menekankan pentingnya kebijakan keamanan digital guna melindungi masyarakat dari potensi penyalahgunaan teknologi.
Ia meyakini, dengan konektivitas yang lebih baik, Papua Barat Daya dapat keluar dari keterisolasian wilayah, memperkuat pertahanan dan keamanan, serta mempercepat pelayanan publik.
Elisa berharap pertemuan lintas sektor yang digelar di Sorong dapat melahirkan rekomendasi konkret, program terukur, dan langkah nyata dalam percepatan transformasi digital di Papua Barat Daya.
Pada kesempatan yang sama, Deputi Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) RI, Marsma TNI Agus Pandu Permana, menegaskan dukungan pemerintah pusat dalam mempercepat pembangunan infrastruktur telekomunikasi, khususnya akses internet di Papua Barat Daya.
“Papua Barat Daya bukan hanya wilayah administrasi baru, tetapi juga garda depan Republik Indonesia di kawasan timur. Membangun konektivitas internet di daerah ini bukan pekerjaan mudah, namun dengan tekad dan kolaborasi lintas sektor, tantangan itu bisa diatasi,” kata Agus Permana.
Ia pun menegaskan bahwa pemerataan akses digital merupakan wujud nyata cita-cita kemerdekaan untuk menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Dalam Rakor tersebut, pemerintah pusat bersama pemerintah daerah dan mitra strategis menyepakati tiga target utama:
1. Pemetaan wilayah prioritas pembangunan infrastruktur digital.
2. Strategi percepatan dan penguatan sistem dengan kebijakan terukur.
3. Komitmen bersama lintas sektor untuk membangun ekosistem digital inklusif, aman, dan berkelanjutan.
Deputi Agus juga menyoroti potensi besar Papua Barat Daya, mulai dari kekayaan laut, hutan tropis, energi tambang, hingga pariwisata kelas dunia seperti Raja Ampat. Menurutnya, dukungan infrastruktur digital akan menjadi kunci dalam mendorong sektor-sektor unggulan tersebut.
“Indonesia tidak boleh tertinggal dalam kecepatan, dan tidak boleh rapuh dalam keamanan. Papua Barat Daya harus menjadi bukti bahwa transformasi digital Indonesia adalah untuk semua, tanpa terkecuali,” tegas Agus.















Hari ini : 375
Kemarin : 853
Total Kunjungan : 312643
Hits Hari ini : 630
Who's Online : 7