ISTORINEWS.COM, Kota Sorong – Para kepala daerah se-Tanah Papua mendeklarasikan komitmen bersama untuk mempercepat eliminasi Tuberkulosis (TBC) melalui pendekatan sanitasi berbasis komunitas serta memperkuat keamanan pangan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Komitmen tersebut dituangkan dalam Deklarasi Sorong yang ditandatangani dalam Rapat Koordinasi Kepala Daerah se-Tanah Papua di Kota Sorong, Papua Barat Daya, Sabtu (30/5/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan Pemerintah Kota Sorong bekerja sama dengan Aliansi Kabupaten/Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI) dan Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) itu dihadiri para bupati dan wali kota dari berbagai wilayah di Tanah Papua.
Wali Kota Sorong, Septinus Lobat, mengatakan pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Papua melalui pendekatan yang lebih komprehensif.
“Atas nama Pemerintah dan seluruh masyarakat Kota Sorong, saya menyampaikan selamat datang kepada seluruh peserta. Kehadiran Bapak dan Ibu sekalian merupakan bukti komitmen bersama dalam memperkuat kesehatan masyarakat di seluruh Tanah Papua,” ujar Septinus.
Dalam arahannya, Septinus menegaskan bahwa TBC masih menjadi salah satu tantangan kesehatan terbesar di Papua. Menurutnya, upaya pemberantasan penyakit tersebut tidak cukup hanya melalui pengobatan medis, tetapi harus disertai perbaikan kondisi lingkungan dan perubahan perilaku masyarakat.
“TBC sangat erat kaitannya dengan kondisi tempat tinggal, kebersihan lingkungan, dan perilaku hidup sehari-hari. Karena itu, diperlukan perbaikan sanitasi, edukasi berkelanjutan, serta keterlibatan seluruh elemen masyarakat,” katanya.
Ia menjelaskan, faktor seperti kepadatan hunian, minimnya ventilasi, keterbatasan akses air bersih, serta rendahnya penerapan perilaku hidup bersih dan sehat menjadi penyebab tingginya risiko penularan TBC.
Dalam pertemuan tersebut, para kepala daerah menyepakati tujuh poin komitmen yang tertuang dalam Deklarasi Sorong.
Komitmen tersebut meliputi percepatan eliminasi TBC melalui sanitasi berbasis komunitas, penguatan kolaborasi lintas sektor, peningkatan kendali mutu dan higiene di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), pengembangan pemantauan lingkungan berbasis masyarakat, peningkatan kapasitas sumber daya manusia kesehatan lingkungan, hingga menjadikan Tanah Papua sebagai model pembangunan kesehatan berbasis kearifan lokal.
Selain fokus pada eliminasi TBC, rapat koordinasi juga menyoroti pentingnya keamanan pangan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Para kepala daerah menilai makanan bergizi yang diberikan kepada masyarakat harus memenuhi standar keamanan dan kebersihan yang ketat guna mencegah risiko keracunan pangan.
Ketua AKKOPSI, Dadang Supriatna, menyambut baik lahirnya Deklarasi Sorong sebagai landasan bersama dalam membangun lingkungan yang sehat di seluruh Tanah Papua.
“Kesehatan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Karena itu, semua pihak harus berperan aktif menjaga lingkungan agar terbebas dari penyakit,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum HAKLI, Agung Sumantri, menegaskan pentingnya peran tenaga kesehatan lingkungan dalam mendukung percepatan eliminasi TBC melalui pendampingan kepada pemerintah daerah, mulai dari penyusunan kebijakan hingga pengawasan di lapangan.
Melalui deklarasi tersebut, para kepala daerah berharap Sorong dan seluruh wilayah Tanah Papua dapat menjadi contoh nasional dalam pembangunan kesehatan masyarakat yang berkelanjutan, berbasis komunitas, serta didukung lingkungan yang sehat dan aman bagi generasi mendatang.













Hari ini : 812
Kemarin : 1266
Total Kunjungan : 449032
Hits Hari ini : 2069
Who's Online : 9