Pasar Jembatan Puri Kota Sorong Ramai, Wapres Gibran Borong Dagangan Pedagang

Pasar Jembatan Puri Ramai, Wapres Gibran Borong Dagangan Pedagang.

ISTORINEWS.COM, Kota Sorong – Suasana Pasar Jembatan Puri, Kota Sorong, mendadak ramai dan penuh antusias saat Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, turun langsung menyapa para pedagang dalam kunjungan blusukan, Rabu (22/4/2026).

Kehadiran orang nomor dua di Indonesia itu langsung menarik perhatian warga. Dalam kunjungannya, Wapres Gibran tidak hanya menyapa, tetapi juga memborong sejumlah dagangan milik pedagang setempat.

Bacaan Lainnya

“Bapak Wapres Gibran belanja jualan kami,” ungkap para pedagang dengan penuh kegembiraan.

Berdasarkan pantauan di lokasi, Wapres yang mengenakan kemeja biru langit terlihat berjalan menyusuri area pasar, berinteraksi dengan pedagang, serta membeli berbagai kebutuhan yang dijajakan. Momen tersebut juga dimanfaatkan warga untuk berfoto bersama.

Di tengah kunjungan itu, seorang warga bernama Yustina Kambu turut menyampaikan aspirasinya agar pemerintah pusat memberikan perhatian kepada tenaga honorer.

Ia berharap pesan tersebut dapat diteruskan kepada Presiden RI, Prabowo Subianto, khususnya terkait pengangkatan tenaga honorer menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

“Saya honor paruh waktu di Perhubungan Kota Sorong. Saya minta agar Bapak Presiden memperhatikan kami, jangan ada perbedaan di kantor. Kalau bisa kami diangkat semua menjadi PNS,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Koperasi Nelayan Tangkap Tradisional Kota Sorong, Pieter Koromat, mengaku bersyukur atas kunjungan Wapres yang dinilai memberi perhatian langsung terhadap kondisi pasar.

Ia berharap pemerintah dapat menindaklanjuti kunjungan tersebut dengan bantuan nyata, terutama terkait permodalan dan fasilitas bagi para pedagang.

“Masih banyak mama-mama Papua yang berjualan hanya beralaskan tikar karena belum ada meja yang memadai,” katanya.

Pieter juga mengungkapkan bahwa pasar telah dibersihkan dan ditata sejak dua hari sebelum kedatangan Wapres. Meski demikian, ia berharap kunjungan tersebut tidak sekadar seremonial.

“Kami minta pemerintah Provinsi Papua Barat Daya dan Pemerintah Kota Sorong benar-benar memperhatikan tempat ini. Jangan hanya datang, melihat, lalu pergi,” tegasnya.

Pos terkait