ISTORINEWS.COM, Papua Barat Daya – Kepolisian Daerah (Polda) Papua Barat Daya terus memperkuat sinergi dengan berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat, pemuda, organisasi kemasyarakatan hingga Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di wilayah Sorong Raya.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan silaturahmi antara Polda Papua Barat Daya bersama BEM se-Sorong Raya yang berlangsung di salah satu hotel di Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, Minggu (10/5/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Direktur Intelkam Polda Papua Barat Daya, Kombes Pol. Angling Guntoro, S.I.K., bersama sejumlah perwakilan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Sorong Raya.
Dalam suasana penuh keakraban, Kombes Pol. Angling Guntoro mengajak seluruh mahasiswa untuk bersama-sama mendukung terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman dan kondusif di Kota Sorong.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus BEM yang telah hadir dan berpartisipasi dalam forum silaturahmi tersebut. Menurutnya, pertemuan itu menjadi langkah awal dalam membangun komunikasi yang berkelanjutan antara kepolisian dan mahasiswa.
“Keamanan dan ketertiban masyarakat menjadi tugas pokok Polri, namun hal ini juga merupakan tanggung jawab bersama, baik pemerintah daerah, TNI-Polri, masyarakat, maupun teman-teman mahasiswa,” ujar Kombes Angling.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa peran mahasiswa sangat penting dalam menjaga stabilitas sosial serta memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga keamanan lingkungan.
Sementara itu, perwakilan BEM se-Sorong Raya menyatakan dukungan kepada Polda Papua Barat Daya dan jajaran Polres dalam menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.
Meski demikian, mahasiswa juga menyampaikan sejumlah masukan kepada pihak kepolisian. Mereka berharap patroli keamanan lebih ditingkatkan, khususnya di wilayah yang rawan tindak kriminalitas, guna mencegah terjadinya aksi keributan maupun gangguan keamanan lainnya.
Mahasiswa menilai peredaran minuman keras (miras) masih menjadi salah satu pemicu utama terjadinya tindak kriminalitas di wilayah Sorong Raya. Karena itu, mereka mendorong adanya penertiban miras melalui regulasi daerah serta peningkatan sosialisasi dan seminar di sekolah maupun kampus terkait dampak buruk miras terhadap generasi muda dan keamanan masyarakat.
Selain itu, mahasiswa juga meminta pemasangan kamera pengawas atau CCTV di sejumlah titik rawan kriminalitas dan lorong-lorong kompleks permukiman warga.
“Polri harus lebih quick response dan humanis dalam melaksanakan tugas,” ujar salah satu perwakilan mahasiswa dalam forum tersebut.













Hari ini : 906
Kemarin : 1344
Total Kunjungan : 419508
Hits Hari ini : 2043
Who's Online : 23