Wali Kota Sorong Pastikan Pembangunan RTP dan Kanal Banjir Berjalan Sesuai Rencana

DISKOMINFO KOTA SORONG : Wali Kota Sorong Pastikan Pembangunan RTP dan Kanal Banjir Berjalan Sesuai Rencana.

ISTORINEWS.COM, Kota Sorong– Wali Kota Sorong, Septinus Lobat, didampingi Wakil Wali Kota Sorong H. Anshar Karim serta pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait melakukan kunjungan kerja ke sejumlah titik pembangunan di Kota Sorong, Selasa (6/1/2026).

Kunjungan kerja itu, dilakukan untuk meninjau secara langsung progres pembangunan Ruang Terbuka Publik (RTP) Maranatha serta revitalisasi drainase di kawasan KM 10 dan Jalan Handayani.

Bacaan Lainnya

Peninjauan ini bertujuan memastikan seluruh pekerjaan berjalan sesuai perencanaan, tepat waktu, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Sorong menegaskan pentingnya menjaga kualitas pekerjaan, pengawasan yang optimal, serta sinergi antarperangkat daerah dalam mendukung penataan Kota Sorong agar lebih tertata, nyaman, dan berkelanjutan.

Pemerintah Kota Sorong, Papua Barat Daya, juga memfokuskan perhatian pada pembangunan kanal pengendali banjir di wilayah kilo meter 10.

Langkah ini merupakan upaya serius Pemkot Sorong dalam mengatasi banjir yang selama ini kerap melanda wilayah kilo meter 8 dan kilo meter 12.

Wali Kota Sorong Septinus Lobat menjelaskan bahwa pada tahun pertama pelaksanaan program, pemerintah memprioritaskan penanganan banjir di kilo meter 10 dengan membangun kanal sebagai solusi utama.

Setelah pekerjaan selesai, pemerintah akan melakukan evaluasi pada musim hujan untuk melihat efektivitas pengendalian banjir sebelum melanjutkan intervensi di wilayah lain.

“Tahun pertama kita fokus wilayah KM 10 dulu. Setelah itu kita evaluasi saat hujan, apakah banjir masih terjadi atau tidak. Dari situ kita tentukan langkah selanjutnya,” ujarnya.

Selain kilo meter 10, sejumlah titik lain juga menjadi perhatian Pemkot Sorong, di antaranya Sungai Klasaman yang kerap meluap hingga ke kawasan rumah sakit, sekolah, dan permukiman warga, terutama pada bulan Agustus.

“Banjir ini merupakan isu utama Kota Sorong. Masyarakat di wilayah kilo meter 8 sampai kilo meter 12 sering terdampak dan ini menjadi program prioritas kami,” tegasnya.

Salah satu pekerjaan strategis yang sedang berjalan adalah penataan Sungai Maruni, yang dibuka mulai dari lampu merah kilo meter 10 dan direncanakan tembus hingga kawasan hotel Kriat. Pekerjaan tersebut telah dianggarkan dan ditargetkan rampung tahun ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Sorong, Esau Isir, menjelaskan bahwa pembangunan kanal pengendali banjir di kawasan Sungai Maruni KM 10 menggunakan konstruksi set panel beton sesuai perencanaan teknis.

“Pada tahap pertama, panjang kanal sekitar 150 meter dengan lebar 3,5 meter dan kedalaman kurang lebih 4 meter,” jelasnya.
Selain itu, Pemkot Sorong juga membangun saluran pengendali banjir di kawasan KPR PAM sepanjang kurang lebih 74 meter.

Saluran ini berfungsi mengendalikan limpasan air dari Jalan Bima, belakang Kantor DPRK Kota Sorong, yang sebelumnya meluap ke Sungai Maruni.

Pemkot Sorong juga membagi aliran air melalui Jalan Handayani menuju Kali Klagison sebagai bagian dari strategi pengendalian banjir terpadu agar debit air tidak terpusat di satu titik.

Pos terkait