ISTORINEWS.COM, Kota Sorong- Bersama Merawat Bumi, merupakan Tagline kegiatan Aksi Tanam 110.000 Pohon untuk Mengurangi Emisi Karbon, melibatan Wakil Meteri (Wamen) Keutanan Repblik Indonesia, H.Sulaiman Umar, di lokasi Puncak Klawasi Sorong Barat, Kota Sorong Papua Barat Daya, Selasa (27/5/2025).
Melalui krgiatan Collaboration for Sustainability ini, hadir juga Wakil Gubernur Papua Barat Daya, Ahmad Nasrau, Wakil Wali Kota Sorong, Anshar Karim, Wakil Bupati Sorong, H.Sutejo, Direktur 4 Pertamina EP, Muhammad Arifin dan sejumlah tamu undangan lainnya.
Kegiatan aksi tanam ini bertujuan memulihkan kualitas/tutupan hutan dan konservasi lingkungan, khususnya untuk menjaga sumber mata air serta serapan karbon, lebih jauh lagi meningkatkan produktivitas dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

PT Pertamina EP Papua Field melakukan reboisasi penanaman 4 jenis pohon kayu dan 3 jenis tanaman HHBK.
Empat jenis tanaman kayu diantaranya; Merbau sebanyak 16.624 pohon, Linggua 16.626 pohon, Matoa 16.624 pohon, dan Sengon 16.627 pohon.
Sedangkan tiga jenis tanaman HHBK masing-masing; Rambutan 14.780 pohon, Pinang 14.779 pohon dan Durian 14.777 pohon.
Wakil Meteri (Wamen) Keutanan Repblik Indonesia, H.Sulaiman Umar mengatakan
yang menjadi bagian penting kebijakan Presiden Prabowo Subianto, pembangunan nasional 2025-2029 diantaranya adalah mendorong pengendalian bangsa melalui program pangan energi dan air.
“Oleh karena itu kami di Kementerian Kehutanan juga menjabarkan kebijakan pangan, energi dan air itu dalam program perioditas,” ujar Wamen Sulaiman Umar.
Dikatakannya, terkait pangan, energi dan air ada dua hal, yang pertama pangan, energi dan air sebagai substansi program yang harus dilaksanakan dan yang kedua pangan energi dan air sebagai kerangka atau frame implementasi.
“Saya tekankan disini sebagaimana yang disampaikan bapak presiden kita Prabowo Subianto adalah betapa penting kordinasi, kolaborasi dan sinergitas serta merawat keberlanjutan antara semua pemangku kepentingan, dalam hal ini dari Kementerian Kehutanan SKK Migas dam Pertamina EP,” tandasnya.
Wakil Gubernur Papua Barat Daya, Ahmad Nasrau, dalam.sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan tanam pohon yang dilakukan Pertamina EP dan SKK Migas. Menurutnya hal ini sebagai bentuk nyata kolaborasi menjaga kelestarian alam.
Ia juga menjelaskan Papua Barat Daya sebelum dimekarkan oleh Provinsi Papua Barat, ketika itu Papua Barat ditetapkan sebagai Provinsi Konservasi, baik hutan maupun lautnya.













Hari ini : 791
Kemarin : 1637
Total Kunjungan : 403628
Hits Hari ini : 1526
Who's Online : 5