ISTORINEWS.COM, Amberbaken- Wakil Gubernur Papua Barat Daya, Ahmad Nasrau didampingi Staf Ahli gubernur bidang Kesejahteran Ekonomi Pembangunan, George Yarangga, menghadiri pengucapan syukur Hari Pekabaran Injil ke-160 di Kampung Weviani Distrik Amberbaken Kabupaten Tambrauw, Minggu (25/5/2025).
Hadir dalam perayaan 160 tahun Pekabaran Injil di Amberbaken, Bupati Tambrauw, Yeskiel Yesnat, Wakil Bupati Tambrauw Paulus Anjambuani, Plt.Sekda Tunggul Sitomorang, Ketua dan Wakil ketua II DPRK Tambrauw, Wakil Ketua Sinode GKI di Tanah Papua Pdt.Hendry Kakiai, serta para hamba-hamba Tuhan di aras Sinode GKI di Tanah Papua dan Klasis Amberbaken.
Perayaan Hari Pekabaran Injil ke-160 itu ditandai dengan pembacaan dan penandatanganan deklarasi berupa dokumen penetapan Kampung Weviani sebagai Kampung Injil.

Deklarasi Weviani dibacakan oleh Sekretaris Departemen Pelayanan dan Pembinaan Jemaat, Sinode GKI di Tanah Papua, Pdt. Linda Upessy dan ditandatangani oleh unsur Pemerintah, unsur gereja dan unsur adat.
Wakil Gubernur Papua Barat Daya, Ahmad Nasrau, dalam sambutannya menceritakan singkat sejarah Injil masuk di Tanah Papua melalui Otto dan Geisler di Mansinam Manokwari pada 5 Februari 1855, hingga 10 tahun kemudian Injil itu tiba di tanah Warpapari (Amberbaken) tepatnya di Kampung Weviani pada 25 Mei 1865.
“Untuk mengenang Pekabaran Injil di Tanah Papua khususnya di tanah Warpapari atau Distrik Amberbaken Kabupaten Tambrauw. Siapa yang menyangka pada tahun 1865 Penginjil masuk di tanah ini,” ujar Wabup Ahmad Nasrau.

“Kalau kita lihat ke belakang, melihat sejarahya ketika Injil masuk di Pulau Mansinam di Manokwari dibawa oleh Otto dan Geisler pada 1855 difasilitasi oleh Kesultanan Tidore, dan 10 tahun kemudian J.L Van Hasselt membawa Injil itu ke tempat ini, maka saat ini Distrik Amberbaken menjadi wilayah yang diberkati oleh Tuhan,” tandas Wakil Gubernur.
Kata Ahmad Nasrau, ketika pada tahun 1865 Injil diterima oleh penduduk Amberbaken di Kampung Weviani, sepanjang itulah anak-anak Tuhan di Tanah Warpapari itu (Amberbaken) satu persatu mulai diberkati.
“Setelah Injil diterima pada tahun 1865 di tanah Warpapari atau Amberbaken, sepanjang itulah anak-anak Tuhan di tanah ini satu persatu mulai diberkati. Salah satunya Bupati dan Wakil Bupati Tambrauw Ketua dan Wakil ketua DPRK Tambrauw dan anak-anak Mpur lainnya di atas Tanah ini,” terang Wagub Nasrau.
“Harus ada prosesi penerimaan dan pengakuan terhadap Injil secara tulus, baru Tuhan buka jalan kepada negeri ini, disitulah ada berkat-berkat daripada Nya turun memenuhi tanah Mpur. Dan untuk pertama kalinya pada 2019 lalu di pantai Weviani Amberbaken dilakukan pengucapan syukur atas Pekabaran Injil di Amberbaken atau tanah Mpur ini,” lanjutnya.

Wagub Ahmad Nasrau berharap Hari Pekabaran Injil di Amberbaken harus terus digemakan dan dirayakan setiap tahun, karena perayaan itu merupakan pengakuan hadirnya terang di tanah Mpur Kabupaten Tambrauw Papua Barat Daya.
Ia pun merasa bersyukur karena Tanah Papua, Tanah Papua Barat dan tanah Papua Barat Daya merupakan pintu masuk agama-agama samawi.
“Pada Tahun 1855 Injil masuk di Pulau Mansinam, tahun 1885 agama Katolik masuk di Fakfak dan pada tahun 1360 agama Islam juga masuk di Fakfak, maka Amberbaken menjadi wilayah yang pertama kali Injil masuk di tanah Papua Barat Daya,” terangnya, selain Mansinam di Papua Barat.
Bupati Kabupaten Tambrauw, Yeskiel Yesnat, menyampaikan terimakasih atas kehadiran Wakil gubernur Papua Barat Daya, Ia pun merasa terhormat, Wagub Ahmad Nasrau mengambil bagian dalam Perayaan Pekabaran Injil di Amberbaken sekaligus menandatangani deklarasi Kampung Weviani sebagai Kampung Injil.
“Kami merasa terhormat atas kehadiran Wakil Gubernur Bapak Ahmad Nasrau, dalam momen perayaan Pekabaran Injil di Amberbaken, sekaligus menanadatangani deklarasi kampung Weviani sebagai kampung Injil,” terang Bupati Yehskiel.
Dalam.sambutannya, Bupati Tambrauw mengaku percaya melalui Hari Pekabaran Injil di Amberbaken ini dapat mengubah masadepan generasi Mpur dan generasi Tambrauw semakin lebih baik kedepan.
“Momentum masuknya Injil yang ke-160, sebagai anak-anak Injil, sebagai anak-anak Adat Adat dan terlebih khusus anak-anak Mpur di Kabupaten Tambrauw, saya mengajak kita bahu membahu, saling merangkul, lepaskan segala perbedaan sehingga lewat momentum ini kita semua boleh dipakai oleh Tuhan menjadi terang, menjadi garam untuk semua orang di Tanah Papua supaya.menjadi berkat untuk tanah dan negeri ini kedepan,” tegas Bu po ati Yehskiel Yesnat.
Wakil Ketua Sinode di Tanah Papua, Pdt.Hendry Kakiai, atas nama Badan Pekerja Sinode GKI di Tanah Papua dan warga jemaat di Klasis GKI Amberbaken terlebih khusus jemaat J.L Vahasselt Kampung Weviani menyampaikan syukur dan terimakasih kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, Papua Barat dan Kabupaten Tambrauw atas perhatian dan.dukungannya terhadap momen Hari Pekabaran Injil di tanah Mpur.














Hari ini : 1198
Kemarin : 1647
Total Kunjungan : 245492
Hits Hari ini : 2192
Who's Online : 5