Raker ke-3 Klasis GKI Teluk Bintuni Menetapkan APBG Tahun 2025 Sebesar Rp4,3 Miliar Lebih

Acara penutupan Raker ke-3 Klasis GKI Teluk Bintuni.

Istirinews.com, Teluk Bintuni- Rapat Kerja (Raker) ke-3 Klasis GKI Teluk Bintuni tahun 2024 di Jemaat GKI Pniel Banjar Ausoy, resmi ditutup oleh Anggota Badan Pekerja Sinode GKI di Tanah Papua Wilayah XII, Pdt. Rosalie Wamafma, S.Th, M.Mis, Rabu (4/12/2024).

Pdt. Rosalie Wamafma dalam sambutannya mengatakan Raker ke-3 menjadi momen penting bagi seluruh warga GKI di Klasis Teluk Bintuni untuk merenung segala kebaikan Tuhan sepanjang tahun 2024.

Bacaan Lainnya

“Khususnya selama 11 bulan ini, kita perlu berhenti sejenak, melihat ke belakang apa yang sudah kita kerjakan, dan kita menengok ke depan apa yang akan kita kerjakan,” katanya.

Setelah ini, ia mengimbau seluruh warga GKI khususnya para Pelayan di tiap jemaat, agar tetap berharap dan bersandar pada Tuhan.

Tujuannya, supaya setiap pelayanan yang dilakukan dalam rangka memberitakan Firman Tuhan, mendapat rahmat dan kasih sayang Tuhan.

“Sebab, seyogyanya yang kita kerjakan bukanlah pekerjaan kita, melainkan pekerjaan Tuhan yang dititipkan kepada kita,” imbuhnya.

Oleh karena itu, Alumni STT I.S Kijne Jayapura ini mengajak seluruh warga GKI di Klasis Teluk Bintuni, untuk mengerahkan seluruh potensi dan kemampuan yang dimiliki.

Ia juga berpesan, agar dalam mengoptimalkan talenta yang Tuhan berikan, seluruh warga GKI di Klasis Teluk Bintuni tidak mengandalkan kekuatan sendiri. Melainkan, mengutamakan kerja tim.

“Selalu ada orang-orang hebat yang Tuhan siapkan untuk pekerjaan-Nya. Maka kita harus bisa menggali potensi itu, dengan merangkul semua anak-anak Tuhan, untuk menjadi satu kekuatan besar,” ujarnya.

“Perlu kita pahami bahwa semua potensi yang Tuhan sudah siapkan di sekeliling kita, itu karena Tuhan tidak ingin pekerjaan-Nya dipermalukan,” tegasnya Pendeta Wamafma.

Ia mengingatkan, dalam tahun pelayanan yang baru, seluruh potensi yang ada mulai dikonsolidasikan. Hal ini diperlukan, agar kekurangan yang ada sebagai hasil evaluasi tahun 2024, dapat diminimalkan di tahun pelayanan berikutnya.

“Harus kita ingat bahwa, dalam pekerjaan Tuhan, tidak ada istilah kerja sendiri-sendiri. Tapi yang ada hanya kerja tim. Dan kita adalah tim yang dibentuk Tuhan, untuk sama-sama menanggung pekerjaan ini,” pungkas mantan Ketua Klasis GKI Teluk Wondama itu.

Sebagai informasi, berdasarkan keputusan Raker ke-3 tersebut, disepakati Anggaran Pendapatan dan Belanja Gereja (APBG) Tahun 2025 sebesar Rp 4,3 miliar lebih. (vw)

Pos terkait