ISTORINEWS.COM, Raja Ampat – Kepala BLUD UPT Pengelola Kawasan Konservasi Perairan Kepulauan Raja Ampat, Papua Barat, Daya Hasan Makassar, menegaskan komitmennya untuk memperkuat koordinasi dan sinergitas dengan DPR Papua Barat Daya serta pemerintah daerah dalam meningkatkan tata kelola kawasan konservasi di Raja Ampat.
Hal itu disampaikan Hasan Makassar setelah mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan serta Badan Anggaran (Banggar) DPR PBD, Senin (31/8/2026), untuk mendapatkan masukan terkait pengelolaan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) ke depan.
Menurutnya, dalam pertemuan tersebut Banggar DPR PBD memberikan sejumlah masukan penting yang dapat menjadi bahan evaluasi dan perbaikan tata kelola BLUD.
“Banyak masukan dari DPR untuk perbaikan tata kelola BLUD ke depan. Pada prinsipnya kami sangat senang dan merespons masukan serta komunikasi koordinasi ini,” ujar Hasan.
Ia mengatakan, koordinasi akan terus dilakukan melalui Dinas Kelautan dan Perikanan guna memastikan pengelolaan kawasan konservasi berjalan secara efektif dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Hasan berharap sinergitas antara BLUD yang berada di bawah Pemerintah Provinsi Papua Barat dengan Pemerintah Kabupaten Raja Ampat serta masyarakat yang berada di kawasan konservasi dapat semakin diperkuat.
“Kita berharap ke depan sinergitas antara BLUD di bawah Pemerintah Provinsi Papua Barat, Pemerintah Kabupaten Raja Ampat dan masyarakat di kawasan konservasi bisa bersinergi dengan baik,” katanya.
Untuk memperkuat kesamaan pemahaman, BLUD juga berencana melakukan koordinasi secara berkelanjutan melalui workshop maupun kegiatan lainnya. Kegiatan tersebut akan membahas regulasi, tata kelola BLUD, serta koordinasi program antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten.
Fokus pada Pelayanan dan Konservasi
Terkait kontribusi BLUD terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), Hasan menjelaskan bahwa orientasi utama BLUD bukan semata-mata mengejar pendapatan, melainkan memberikan pelayanan kepada masyarakat sekaligus menjaga kawasan konservasi.
“Kalau BLUD itu orientasinya layanan, sehingga lebih banyak dalam bentuk program-program kerja dan pelayanan kepada masyarakat,” jelasnya.
Ia menambahkan, BLUD memiliki konsentrasi utama dalam menjaga kawasan, termasuk ekosistem terumbu karang dan wilayah laut Raja Ampat dari berbagai aktivitas yang dapat merusak lingkungan.
“BLUD lebih konsentrasi pada menjaga kawasan, terumbu karang dan laut, supaya jangan ada illegal fishing dan lainnya. Sehingga wilayah Raja Ampat, khususnya kawasan-kawasan yang spotnya bagus, tetap terjaga,” ujarnya.
Menurut Hasan, keberhasilan menjaga kawasan konservasi akan memberikan efek berganda atau multiplier effect bagi masyarakat lokal maupun sektor pariwisata.
Masyarakat Jadi Bagian Penting Konservasi
Hasan menilai pengelolaan kawasan konservasi di Raja Ampat memberikan dampak positif karena masyarakat lokal dilibatkan secara langsung dalam menjaga kawasan.
“Sesungguhnya dampaknya sangat positif karena pertama, kawasan itu dikelola oleh masyarakat, oleh anak-anak yang ada di wilayah itu sendiri,” katanya.
Selain keterlibatan masyarakat, kegiatan patroli juga dilakukan secara rutin untuk mencegah aktivitas yang berpotensi merusak kawasan konservasi.
“Yang kedua, mereka secara rutin melakukan patroli sehingga bisa mencegah pihak-pihak yang berniat untuk merusak kawasan,” lanjut Hasan.
BLUD juga menjalankan berbagai program peningkatan kapasitas masyarakat serta memberikan dukungan pelayanan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan yang dimiliki.
Dukungan tersebut antara lain berupa bantuan sederhana dan pelayanan transportasi bagi masyarakat yang membutuhkan, termasuk dalam kondisi tertentu seperti kedukaan.
“BLUD selalu hadir di masyarakat, tentunya dengan kondisi yang kita sesuaikan,” pungkasnya.






