ISTORINEWS.COM, Papua Barat Daya- Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Papua Barat Daya menggelar pelatihan peningkatan sumber daya manusia (SDM) bagi pengurus Koperasi Merah Putih di Kota Sorong, Rabu (7/8/2025).
Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan koperasi dari tiga daerah, yakni Kabupaten Raja Ampat, Kabupaten Tambrauw, dan Kota Sorong.
Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan Setda Provinsi Papua Barat Daya, Jhony Way menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari rangkaian program peningkatan kapasitas koperasi Merah Putih yang telah dilaunching oleh Presiden Joko Widodo.
“Pelatihan ini berlangsung selama tiga hari, dan diikuti oleh para pengurus koperasi yang telah terbentuk di tingkat kampung. Mereka akan menerima materi langsung dari narasumber pusat, Kementerian Koperasi, serta narasumber lokal dan koperasi yang aktif di provinsi,” ujar Jhony Way membuka kegiatan.
Ia menambahkan, koperasi Merah Putih telah terbentuk di hampir seluruh kampung di enam kabupaten/kota di Papua Barat Daya.

Oleh karena itu, pemerintah provinsi berharap agar dinas koperasi di tingkat kabupaten/kota turut berperan aktif dalam melakukan pembinaan dan pengorganisasian koperasi yang ada di wilayah masing-masing.
“Karena mereka yang berhubungan langsung dengan kampung dan kelurahan, maka penting bagi dinas kabupaten/kota untuk mendampingi proses ini secara aktif,” tegasnya.
Progres Pembentukan Koperasi Capai 94 Persen
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Papua Barat Daya, Suardi Thamal mengatakan, berdasarkan data Dinas Koperasi dan UMKM Papua Barat Daya, dari target 1.013 koperasi Merah Putih di Papua Barat Daya, hingga saat ini telah terbentuk 953 koperasi atau sekitar 94 persen. Dua daerah bahkan telah mencapai 100 persen, yaitu Kabupaten Maybrat dan Kota Sorong.
Namun, masih terdapat beberapa daerah yang pencapaiannya belum maksimal. Salah satunya adalah Kabupaten Raja Ampat, yang baru mencapai pembentukan 67 koperasi dari target 121 koperasi.
“Capaian di Raja Ampat memang masih rendah karena kendala geografis. Banyak kampung terletak di wilayah kepulauan terluar dan saat ini sedang musim ombak, sehingga tim kesulitan menjangkau lokasi,” jelasnya.
Ia menambahkan, saat ini Papua Barat Daya masih berada pada tahapan pembentukan koperasi, sementara tahap operasional baru akan dimulai pada 28 Oktober 2025 sesuai arahan dari pemerintah pusat.
“Daerah-daerah lain di Pulau Jawa bahkan sudah mulai operasional karena fasilitas dan dukungan lapangan mereka sudah tersedia. Kondisi kita berbeda, tetapi kami tetap berkomitmen untuk mendorong percepatan,” kata Suardi.
Untuk mempercepat proses tersebut, Dinas Koperasi dan UMKM akan melakukan pertemuan dengan Komite Nasional Koperasi Indonesia guna membahas strategi pelaksanaan koperasi Merah Putih di wilayah Papua Barat Daya.
“Pelatihan ini kami lakukan sebagai langkah persiapan. Sebelum koperasi mulai beroperasi, pengurus harus sudah dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan yang memadai,” pungkasnya.













Hari ini : 238
Kemarin : 1722
Total Kunjungan : 378242
Hits Hari ini : 343
Who's Online : 10