ISTORINEWS.COM, Jayapura – Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua resmi memiliki gedung baru Kantor Sinode dan Hotel Amazing Grace. Peresmian sekaligus pentahbisan berlangsung pada Sabtu (30/8/2025) di Jayapura, dipimpin langsung Ketua Sinode GKI di Tanah Papua, Pdt. Andrikus Mofu.
Dalam sambutannya, Pdt. Mofu menegaskan bahwa pembangunan gedung tersebut merupakan wujud penyertaan Tuhan dalam perjalanan pelayanan GKI di Tanah Papua. Ia mengutip Mazmur 127:1, “Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya.”
“Gedung baru ini bukan sekadar simbol kemegahan, melainkan tanda bahwa GKI di Tanah Papua telah memasuki era dan peradaban baru. Karena itu, pola kerja dan pelayanan kita juga harus diperbarui. Kita tidak bisa lagi bekerja dengan cara biasa-biasa saja,” ujarnya.
Ia menyebutkan, GKI di Tanah Papua saat ini memiliki 2.058 jemaat dengan lebih dari 900 ribu warga jemaat yang terus bertambah.

Gedung kantor sinode ini, kata Mofu, bukan hanya pusat administrasi, tetapi juga pusat pergumulan, perencanaan, serta pencarian visi Tuhan untuk pelayanan yang lebih luas, baik bagi internal GKI maupun masyarakat Papua secara umum.
Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Ketua Sinode GKI di Tanah Papua, Pdt. Andrikus Mofu, bersama Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, serta Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo.
Setelah itu dilakukan pengguntingan pita oleh Ketua Sinode bersama enam gubernur se-Tanah Papua, yakni Gubernur Papua, Papua Barat, Papua Selatan, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Barat Daya.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan penumpangan tangan dari para hamba Tuhan Badan Pekerja Sinode GKI serta pelepasan burung merpati ke udara sebagai tanda pengharapan baru.
Selain itu, Pdt. Mofu juga mengingatkan kembali perjalanan sejarah GKI di Tanah Papua. Sidang Sinode pertama berlangsung pada 1956 di Kota Raja, dipimpin Pdt. F.C. Kama.
Tahun depan, GKI berencana membangun museum sebagai pengingat sejarah, termasuk mengenang Pdt. F.J. Rumainum, Ketua Sinode pertama GKI yang wafat di kantor tersebut.
“Gedung ini adalah rumah besar GKI. Karena itu seluruh warga GKI di Tanah Papua harus merasa menjadi bagian darinya, bersekutu, melayani, dan bergumul bersama sebagai satu tubuh Kristus. Lebih dari itu, rumah ini juga hadir untuk menjadi berkat bagi semua orang di Tanah Papua,” pungkas Pdt. Mofu.












Hari ini : 1127
Kemarin : 1637
Total Kunjungan : 403964
Hits Hari ini : 2364
Who's Online : 18