ISTORINEWS.COM, Kota Sorong– Kegiatan Kursus Lanjutan Guru Sekolah Minggu (GSM) Wilayah III dan IV Klasis GKI Sorong dilaksanakan di Jemaat GKI Ruth Lidya Klawalu Sorong, mulai Rabu hingga Jumat, 16–18 Oktober 2024.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari itu, dibuka secara remi oleh Pendamping Sekolah Minggu Wilayah IV Klasis GKI Sorong, Pdt.Kemerai. Kegiatan kursus lanjutan GSM itu kemudian ditutup yang ditandai dengan ibadah dipimpin oleh Pdt. Mercy Kabes, Sabtu (18/10/2025).
Kursus ini diikuti oleh kurang lebih 152 peserta yang berasal dari berbagai jemaat di wilayah pelayanan Klasis GKI Sorong, yaitu 11 jemaat dari Wilayah III, 12 jemaat dari Wilayah IV, serta beberapa peserta tambahan dari Wilayah I dan II.

Sekretaris Persekutuan Anak dan Remaja GKI Ruth Lidya, Natalince Yemomo, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperlengkapi para guru sekolah minggu agar semakin siap dalam pelayanan di jemaat masing-masing.
“Kursus ini kami laksanakan sebagai upaya peningkatan kapasitas guru sekolah minggu di wilayah III dan IV. Peserta sangat antusias mengikuti setiap sesi pembelajaran,” ujar Natalince.
Ia juga menambahkan, sumber pembiayaan kegiatan berasal dari beberapa unsur, yakni biaya pendaftaran peserta sebesar Rp200.000, dukungan dari jemaat-jemaat di wilayah terkait, bantuan dari seksi PAR tingkat Klasis, serta kontribusi dari Jemaat GKI Ruth Lidya selaku tuan rumah.

Sementara itu, Koordinator Tim Kerja Kursus Lanjutan Guru Sekolah Minggu, Sarah Riri, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan berkelanjutan sesuai pedoman pelayanan GKI di Tanah Papua.
“Kami berharap output dari kursus ini sesuai dengan pedoman pelayanan gereja. Guru sekolah minggu perlu terus berbenah diri, mengembangkan potensi, dan mempersiapkan diri menjadi pelayan yang lebih baik di jemaat masing-masing,” jelasnya.
Sarah juga menuturkan, tema kegiatan kali ini adalah “Berlatih dan Berkarya”, yang mencerminkan semangat para guru sekolah minggu untuk terus mengasah kemampuan dan berinovasi dalam pelayanan kepada anak-anak.
“Melalui kursus ini, kami ingin mendorong guru sekolah minggu agar terus berlatih dan berkarya, mengembangkan metode serta aktivitas pelayanan yang kreatif dan mendidik,” tutupnya.
Materi yang diterapkan selama dua hari pelaksanaan kursus lanjutan diantaranya, Pedoman mengajar dan persiapan mengajar, pengantar pengetahuan alkitab dalam persiapan mengalar, truktur, administrasi sekolah minggu, GSM sebagai konselor, Penginjilan anak dan Kurikulum Sekolah Minggu dan lokakarya mengajar.












Hari ini : 1139
Kemarin : 1445
Total Kunjungan : 389609
Hits Hari ini : 2233
Who's Online : 7