ISTORINEWS.COM, Kota Sorong – Penyuluh Narkoba Ahli Muda Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Papua Barat, Stanly Nixon Taghupia, menegaskan bahwa upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika tidak cukup hanya melalui sosialisasi mengenai jenis dan bahaya narkoba semata.
Hal tersebut disampaikan Stanly dalam kegiatan sosilaisasi pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika yang digelar Badan Kesbangpol Kota Sorong di hotel Rilyts Panorama, Senin (11/5/2026).
Menurutnya, selama ini banyak pihak masih berfokus pada pemberian pengetahuan dasar tentang narkotika. Padahal, faktor utama yang mendorong seseorang terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba justru berasal dari persoalan keluarga dan lingkungan sosial.
“Persoalan seperti keluarga yang tidak harmonis, hubungan orang tua dan anak yang tidak baik, pola komunikasi yang buntu, hingga masalah keluarga yang tidak terselesaikan, itu justru menjadi potensi besar penyalahgunaan narkotika,” ujar Stanly.
Ia menjelaskan, pengetahuan mengenai jenis-jenis narkotika maupun dampaknya hanya menjadi langkah dasar yang belum tentu mampu mengubah perilaku seseorang secara signifikan.
Karena itu, dalam program penyuluhan kali ini, BNNP Papua Barat lebih menitikberatkan pada pembahasan mengenai pola asuh, pola didik anak, hubungan keluarga, serta pentingnya komunikasi yang sehat antara orang tua dan anak.
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari program nasional BNN bertajuk “Ananda Bersinar” atau Aksi Nasional Dimulai dari Anak.
Stanly mengatakan, pihaknya ingin membangun sinergi dan kolaborasi bersama masyarakat untuk mencari akar persoalan penyalahgunaan narkotika yang hingga kini masih terus terjadi meskipun berbagai sosialisasi telah dilakukan.
“Banyak orang sudah tahu tentang narkotika, bisa mencari informasi sendiri lewat internet, tapi angka penyalahgunaannya masih tinggi. Berarti ada faktor lain yang selama ini diabaikan,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Stanly juga mengungkapkan bahwa kelompok usia yang paling rentan terhadap penyalahgunaan narkotika maupun alkohol adalah pelajar tingkat SMP dan SMA.
“Kalau berdasarkan temuan kami di lapangan, penyalahgunaan narkotika paling banyak didominasi usia SMP dan SMA. Itu menjadi perhatian serius karena mereka adalah generasi muda,” jelasnya.
Ia menambahkan, penyalahgunaan alkohol di kalangan pelajar di Papua Barat juga tergolong tinggi.
“Angka penyalahgunaan alkohol untuk generasi muda tingkat SMP sampai SMA kurang lebih di atas 60 persen. Itu sangat dominan,” ungkap Stanly.
BNNP Papua Barat berharap melalui pendekatan berbasis ketahanan keluarga dan penguatan hubungan sosial, upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di kalangan generasi muda dapat berjalan lebih efektif.














Hari ini : 1154
Kemarin : 1344
Total Kunjungan : 419756
Hits Hari ini : 2492
Who's Online : 23