Ketika Dedikasi Menjadi Prestasi, Setahun Perjalanan Yokebet Malibela Memimpin SMP Negeri 6 Kota Sorong

Kepala SMP Negeri 6 Kota Sorong, Yokbeth Malibela, S.Pdk, Gr.

ISTORINEWS.COM, Kota Sorong – Perjalanan perubahan di sebuah sekolah tidak selalu lahir dari langkah besar. Terkadang, perubahan justru dimulai dari sebuah amanah yang dijalankan dengan ketekunan, kerja sama, dan keyakinan bahwa pendidikan harus terus bergerak maju.

Bagi Yokebet Malibela, 8 Agustus 2025 menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan pengabdiannya di dunia pendidikan. Pada hari itu, ia menerima amanah dari Wali Kota Sorong, Septinus Lobat, sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala SMP Negeri 6 Kota Sorong.

Bacaan Lainnya

Sejak saat itu, perlahan namun pasti, berbagai pembenahan mulai dilakukan. Ruang-ruang pembelajaran terus didorong agar semakin berkualitas, karakter peserta didik diperkuat, sarana dan prasarana dikembangkan, sementara kompetensi guru terus mendapat perhatian.

Bukan hanya mengejar prestasi, sekolah juga berupaya membangun budaya pendidikan yang kolaboratif, inovatif, dan memberikan ruang bagi setiap peserta didik untuk berkembang sesuai potensi yang dimiliki.

Kepala SMP Negeri 6 Kota Sorong, Yokbeth Malibela, S.Pdk, Gr (kiri).

Hampir setahun perjalanan itu berlangsung. Hingga akhirnya, pada 24 Juli 2026, kepercayaan kembali diberikan kepada Yokebet Malibela. Ia resmi diangkat sebagai Kepala SMP Negeri 6 Kota Sorong definitif.

Pengangkatan tersebut menjadi babak baru. Amanah sebagai kepala sekolah definitif bukan menjadi garis akhir dari perjalanan perubahan yang telah dimulai, melainkan justru membuka tanggung jawab yang lebih besar untuk membawa sekolah terus berkembang.

 * Prestasi yang Tumbuh dari Proses

Dalam kurun waktu satu tahun kepemimpinan, berbagai capaian berhasil ditorehkan SMP Negeri 6 Kota Sorong. Prestasi tersebut datang dari berbagai bidang, mulai dari seni, olahraga, kreativitas hingga akademik.

Di antaranya, Juara I Best Danton Putra Gia Penggalang 2025, partisipasi aktif dalam Program Tunas Bahasa Ibu Tanah Papua 2025, Juara I Pro Kreatif Aferos Per 2026, Juara I Tari Kreasi FLS3N Tingkat Kota, Juara I Pantomin FLS3N Tingkat Kota, Juara II Pencak Silat O2SN Tingkat Kota, Juara III Menyanyi FLS3N Tingkat Kota, serta Juara II Musik Ensemble FLS3N Tingkat Kota.

Prestasi lainnya datang dari Kristal Kasuari Festival Ekonomi dan Keuangan Digital Tahun 2026, di mana SMP Negeri 6 Kota Sorong berhasil meraih Juara I Tari Kreasi.

Deretan prestasi tersebut menjadi gambaran bahwa proses pembinaan di sekolah mulai menunjukkan hasil. Bagi keluarga besar SMP Negeri 6 Kota Sorong, setiap penghargaan bukan sekadar angka atau piala, tetapi menjadi bukti dari kerja keras peserta didik, guru, orang tua, dan seluruh pihak yang terlibat.

* Menembus Olimpiade Sains

Di tengah geliat prestasi nonakademik, perhatian terhadap kemampuan akademik peserta didik juga terus diperkuat.

Sekolah menjalankan program bimbingan intensif Olimpiade Sains Nasional (OSN). Peserta didik mendapatkan pendampingan secara terencana dan pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan.

Hasilnya cukup membanggakan. SMP Negeri 6 Kota Sorong berhasil meloloskan peserta didiknya ke OSN Tingkat Provinsi pada tiga bidang sekaligus, yakni Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).

Capaian tersebut menunjukkan bahwa potensi peserta didik tidak hanya berkembang di bidang seni dan olahraga, tetapi juga mulai mendapatkan ruang yang kuat dalam bidang akademik.

* Mengajarkan Demokrasi dari Lingkungan Sekolah

Perubahan juga hadir dalam cara sekolah memberikan pengalaman belajar kepada peserta didik. 

Untuk pertama kalinya, pemilihan Ketua OSIS dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil. Proses tersebut tidak hanya menjadi kegiatan memilih seorang pemimpin organisasi siswa, tetapi juga menjadi pembelajaran nyata mengenai demokrasi dan kepemimpinan.

Peserta didik diberikan kesempatan untuk mengenal proses pemilihan, menyampaikan pilihan, menghargai perbedaan, serta belajar bertanggung jawab terhadap keputusan yang diambil.

Dari lingkungan sekolah, nilai-nilai demokrasi dan kepemimpinan itu mulai diperkenalkan sejak dini.

* Teknologi untuk Pelayanan Pendidikan

Transformasi juga menyentuh aspek pelayanan dan teknologi.

Sistem penerimaan murid baru mulai diterapkan secara online. Langkah tersebut memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam proses pendaftaran sekaligus mendorong terciptanya pelayanan yang lebih cepat dan transparan.

Di sisi lain, sekolah meningkatkan kualitas perangkat komputer dengan melakukan upgrade SSD serta memperkuat jaringan internet.

Pembenahan tersebut menjadi bagian dari persiapan menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun 2026. Persiapan yang dilakukan secara matang membuat seluruh rangkaian pelaksanaan TKA di SMP Negeri 6 Kota Sorong berjalan lancar tanpa kendala berarti.

* Ketika Sekolah Dipercaya Menjadi Sekolah Model

Di antara berbagai capaian tersebut, salah satu yang paling membanggakan adalah terpilihnya SMP Negeri 6 Kota Sorong sebagai sekolah model oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Kepercayaan tersebut sekaligus menjadi tantangan baru. Status sebagai sekolah model menuntut kesiapan seluruh unsur sekolah untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran dan kapasitas sumber daya manusia.

Sebagai tindak lanjut, sekolah menyelenggarakan in-house training (IHT) untuk meningkatkan kapasitas guru. Kegiatan tersebut diarahkan untuk memperkuat kompetensi pendidik dalam menghadirkan pembelajaran yang berkualitas sekaligus mempersiapkan implementasi sekolah model.

Dengan demikian, perubahan tidak hanya diarahkan kepada peserta didik, tetapi juga dimulai dari mereka yang berdiri di depan kelas setiap hari.

* Perubahan yang Dikerjakan Bersama

Di balik berbagai prestasi dan inovasi tersebut, terdapat kerja bersama yang melibatkan banyak pihak.

Guru dan tenaga kependidikan menjadi bagian penting dalam menjalankan berbagai program. Peserta didik menjadi aktor utama dalam setiap pencapaian. Orang tua, komite sekolah, serta para mitra turut memberikan dukungan terhadap berbagai program yang dijalankan.

Karena itu, perjalanan SMP Negeri 6 Kota Sorong selama satu tahun tidak dapat dilepaskan dari semangat kebersamaan seluruh keluarga besar sekolah.

Bagi Yokebet Malibela, satu tahun mungkin belum cukup untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan dan tantangan pendidikan yang ada. Namun, waktu tersebut telah memberikan satu gambaran penting: perubahan menuju sekolah yang lebih baik dapat diwujudkan ketika seluruh unsur bergerak dalam arah yang sama.

Kini, dengan amanah baru sebagai Kepala SMP Negeri 6 Kota Sorong definitif, perjalanan itu memasuki babak berikutnya.

Langkah yang telah dimulai akan terus dilanjutkan. Prestasi akan terus dikejar, inovasi akan terus dikembangkan, dan kualitas pendidikan akan terus diperkuat.

Sebab pada akhirnya, sekolah bukan hanya tentang bangunan, ruang kelas, atau deretan prestasi. Sekolah adalah tempat menanam masa depan.

Dan di SMP Negeri 6 Kota Sorong, perjalanan untuk menumbuhkan masa depan itu telah dimulai—dengan perubahan yang dikerjakan bersama, satu langkah demi satu langkah.

Pos terkait