ISTORINEWS.COM, Papua Barat Daya – Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI Christian Kurnianto Tehuteru, meresmikan jembatan merah putih di Jl.Petrochina, Kelurahan Klamana, Distrik Sorong Timur Kota Sorong, Jumat (28/8/2026). Dengan harapan warga beetanggungjawab menjaga dan merawat jembatan tersebut.
Kodam XVIII/Kasuari mencatat pembangunan jembatan di wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya terus digenjot. Dari total 145 titik yang masuk dalam program pembangunan, sebanyak 100 titik telah mulai dikerjakan.
Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI Christian Kurnianto Tehuteru mengatakan, dari 100 titik tersebut, 98 jembatan telah rampung 100 persen, sedangkan dua titik lainnya masih dalam tahap pengerjaan dan ditargetkan selesai pada akhir Agustus 2026.
“145 titik, tapi itu memang wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya. Yang sudah kita kerjakan adalah 100, di mana 98 itu sudah selesai 100 persen. Dua lagi masih proses, semoga akhir Agustus ini bisa diselesaikan,” ujar Christian.
Ia menjelaskan, dua jembatan yang masih dalam proses pembangunan berada di Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat. Sementara pembangunan jembatan di wilayah Papua Barat Daya yang telah masuk dalam pekerjaan disebut sudah mencapai 100 persen.
Untuk 45 titik lainnya, Kodam XVIII/Kasuari masih menunggu dukungan anggaran dari Komando Atas. Jika anggaran dapat turun pada bulan depan, pembangunan di titik-titik tersebut akan segera dimulai.

“Kita masih ada 45 lagi yang masih menunggu dari Komando Atas untuk mendapatkan anggaran untuk memulainya. Semoga di bulan depan bila memungkinkan anggaran turun, maka kita akan segera melaksanakan pembangunan,” katanya.
Christian menambahkan, pelaksanaan pembangunan akan dilakukan melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah hingga tingkat distrik dan kelurahan. Data kebutuhan masyarakat akan dihimpun untuk menentukan titik yang menjadi prioritas pembangunan.
Menurutnya, skala prioritas diperlukan karena pembangunan tidak dapat dilakukan secara bersamaan di seluruh titik. Salah satu pertimbangan utama adalah tingkat kebutuhan dan jumlah masyarakat yang akan menerima manfaat dari pembangunan jembatan.
“Mana yang mungkin jembatan tersebut benar-benar penting bagi masyarakat. Contohnya kalau aksesnya terlalu jauh dan penerima manfaatnya sudah cukup banyak apabila jembatan ini dibangun. Dengan melihat skala prioritas itu maka akan ditentukan mana yang mendapat anggaran untuk dibangun terlebih dahulu,” jelasnya.
Sementara itu, Pemerintah Kota Sorong menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI atas pembangunan Jembatan Merah Putih di Jalan Petro Cina, Kelurahan Klamana, Distrik Sorong Timur, Kota Sorong.
Apresiasi tersebut disampaikan Wali Kota Sorong Septinus Lobat melalui sambutan tertulis yang dibacakan Plt. Sekda Kota Sorong Tudy R. Laku saat peresmian jembatan yang turut dihadiri Pangdam XVIII/Kasuari beserta rombongan.
Wali Kota menyebut keberadaan jembatan tersebut sangat dibutuhkan masyarakat, khususnya warga Kelurahan Klamana. Jembatan ini tidak hanya menjadi penghubung antarwilayah, tetapi juga dinilai dapat meningkatkan mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Jembatan ini bukan sekadar bangunan fisik yang menghubungkan satu wilayah dengan wilayah lain, tetapi lebih daripada itu merupakan simbol persatuan, penghubung serta membuka akses untuk meningkatkan mobilitas dan perekonomian masyarakat,” ujarnya.
Pemkot Sorong berharap keberadaan Jembatan Merah Putih dapat memperlancar transportasi, distribusi barang dan jasa, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.
Septinus juga mengakui masih terdapat sejumlah kebutuhan infrastruktur di Kota Sorong yang belum dapat dibangun akibat keterbatasan anggaran. Karena itu, kolaborasi pemerintah daerah dengan TNI dinilai penting untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
“Kami menyadari masih banyak sarana infrastruktur di Kota Sorong yang belum mampu kami lakukan pembangunannya akibat keterbatasan anggaran. Untuk itu, kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan tulus kepada TNI, Pangdam XVIII/Kasuari, Danrem 181/PVT serta Dandim 1802/Sorong yang telah melihat kebutuhan masyarakat dan berkolaborasi dengan pemerintah daerah,” katanya.
Kehadiran Jembatan Merah Putih disambut penuh rasa syukur oleh masyarakat Kelurahan Klamana. Warga menilai pembangunan jembatan permanen tersebut menjadi jawaban atas persoalan akses yang selama bertahun-tahun mereka hadapi.
Ketua RT 04/RW 05 Kelurahan Klamana, Usman Sangadji, menyampaikan terima kasih kepada Presiden RI Prabowo Subianto serta seluruh pihak yang telah memberikan perhatian terhadap pembangunan jembatan tersebut.
Ia mengungkapkan, sebelum jembatan dibangun, masyarakat terpaksa menggunakan akses sederhana yang dibuat secara swadaya. Bahkan, batang pohon kelapa pernah digunakan sebagai jembatan sementara untuk menyeberang.
“Kami merasa penderitaan kami selama bertahun-tahun akhirnya berakhir dengan hadirnya Jembatan Merah Putih ini. Hari ini kami sudah bisa menikmati akses yang lebih aman,” ujar Usman.
Menurutnya, kondisi tersebut sangat berisiko, terutama saat air pasang. Ia mengenang seorang anak sekolah yang nyaris terjatuh ketika batang pohon kelapa yang digunakan sebagai jembatan sementara patah.
Beruntung, anak tersebut masih tersangkut pada dua batang kayu sehingga tidak langsung jatuh ke dalam air.
“Kami bersyukur waktu itu anak tersebut masih tersangkut di dua kayu jembatan, sehingga tidak jatuh ke dalam air yang sedang pasang cukup besar,” tuturnya.
Usman mengatakan, masyarakat sebelumnya juga berupaya membuat akses penyeberangan sementara dengan memasang pegangan di sepanjang jalur untuk membantu warga, khususnya anak-anak sekolah, agar dapat menyeberang dengan lebih aman.
Kini, kata dia, kehadiran Jembatan Merah Putih membawa perubahan besar bagi masyarakat. Akses yang sebelumnya sulit dan membahayakan telah menjadi lebih mudah dan aman.
“Tidak ada yang bisa kami balas atas semua ini. Kami hanya bisa bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu,” pungkasnya.






