ISTORINEWS.COM, Kota Sorong – Penguatan komunikasi antara perusahaan pers dan industri hulu minyak dan gas bumi (migas) menjadi perhatian Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Papua Barat Daya melalui audiensi bersama perwakilan SKK Migas dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di Kota Sorong.
Pertemuan yang berlangsung di ruang rapat Kantor Perwakilan SKK Migas Pamalu, Jalan Puncak Arfak, Kota Sorong, Selasa (20/10/2026), tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus membuka peluang kemitraan dalam mendukung penyebaran informasi yang akurat, berimbang, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Ketua JMSI Papua Barat Daya, Aris Balubun, mengatakan JMSI merupakan salah satu dari 11 konstituen Dewan Pers yang memiliki fokus pada penguatan perusahaan pers, khususnya media siber.
Ia menjelaskan, audiensi tersebut merupakan bagian dari amanah pengurus pusat JMSI untuk membangun kemitraan dengan berbagai pihak, mulai dari instansi pemerintah, instansi vertikal, hingga dunia industri.
Menurut Aris, keberadaan JMSI diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya mendukung terciptanya pemberitaan yang berkualitas dan memberikan manfaat bagi kepentingan publik.
“Tujuan kami bersilaturahmi sekaligus memperkenalkan keberadaan JMSI sebagai organisasi perusahaan media siber. Kami berharap dapat membangun hubungan yang baik dengan berbagai pihak, termasuk SKK Migas dan KKKS, sehingga perusahaan pers dapat menjalankan perannya dalam menyampaikan informasi yang akurat dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Aris menambahkan, pertemuan tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun kerja sama yang berkelanjutan antara perusahaan pers dengan instansi maupun perusahaan yang bergerak di sektor industri migas.
Sementara itu, Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Pamalu, Eko Ariawan Filipus, menyambut baik audiensi yang dilakukan JMSI Papua Barat Daya. Menurutnya, pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk membangun komunikasi sekaligus mempererat hubungan antara SKK Migas, KKKS, dan perusahaan pers.
Eko menjelaskan, sebagai pihak yang mengendalikan dan mengawasi kegiatan KKKS dalam industri hulu migas, SKK Migas menghadapi berbagai tantangan serta memiliki informasi mengenai kegiatan industri yang perlu diketahui masyarakat dan para pemangku kepentingan.
Karena itu, komunikasi dan hubungan yang baik dengan media dinilai penting agar berbagai informasi mengenai kegiatan, tantangan, serta perkembangan industri hulu migas dapat disampaikan kepada publik secara tepat.
Ia berharap kemitraan dengan perusahaan pers dapat semakin erat sehingga pemberitaan terkait industri migas disajikan secara berimbang, akurat, dan informatif.
Dengan penyampaian informasi yang baik, masyarakat diharapkan dapat memahami lebih jauh berbagai kegiatan dan perkembangan industri hulu migas, termasuk tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaannya.
Audiensi tersebut turut dihadiri Koordinator Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Pamalu, Otniel L. Wafom, bersama tim.
Dari pihak KKKS, hadir perwakilan Pertamina EP Papua Field, yakni Amarullah selaku Senior Officer Commrel & CID Zona 14, Jaryati dan Sandi Rumbiak dari Commrel & CID Zona 14, serta Cindy Bosawer selaku Administrator Commrel. Sementara itu, KKKS RH Petrogas diwakili Arens Tanati, Senior Supervisor Relation & Communication.
JMSI Papua Barat Daya dalam pertemuan tersebut diwakili Ketua, Sekretaris, Bendahara (KSB), serta sejumlah pengurus lainnya.
Melalui audiensi ini, JMSI Papua Barat Daya berharap sinergi antara organisasi perusahaan media, SKK Migas, dan KKKS dapat terus ditingkatkan.
Kemitraan tersebut diharapkan mendukung keterbukaan informasi, memperluas pemahaman masyarakat mengenai industri hulu migas, serta memperkuat profesionalisme perusahaan pers dalam menjalankan fungsi jurnalistik.
JMSI juga berharap komunikasi yang telah terbangun dapat berlanjut dalam bentuk kerja sama positif yang tetap mengedepankan independensi pers, akurasi informasi, dan kepentingan publik. (*)







