Anggota DPR RI Faujia Helga Tampubolon Temui Manajemen Telkom dan Telkomsel Sorong

Anggota komisi VI DPR RI Faujia Helga Tampubolon saat melakukan kunjungan kerja di PT Telkom dan Telkomsel Sorong.

ISTORINEWS.COM, Sorong- Anggota Komisi VI DPR RI asal daerah pemilihan (Dapil) Papua Barat Daya, Faujia Helga Tampubolon lakukan kunjungan kerja sekaligus tatap muka bersama manajemen PT Telkomsel Cabang Sorong, Sabtu (8/2/2025).

Lewat kunjungan itu Faujia Helga Tampubolon melakukan identifikasi masalah bersama pimpinan dan manajemen PT Telkomsel Sorong terkait masalah jaringan selular di Papua Barat Daya.

Bacaan Lainnya

“Ini adalah kunjungan kerja saya yang kesekian di perusahaan milik negara atau BUMN yang ada di Papua Barat Daya,” ujarnya.

“Jadi kali ini di PT Telkomsel Sorong, saya selain silahturahmi bersama manajemen, tetapi kami juga melakukan identifikasi masalah jaringan selular di wilayah terpencil di Papua Barat Daya,” lanjut Srikandi Partai Demokrat.

Foto bersama anggota Komisi VI DPR RI Faujia Helga Tampubolon bersama pimpinan dan karyawan Telkomsel.

Kata anggota fraksi Partai Demokrat itu, dirinya banyak mendapat masukan dan komplain dari masyarakat terkait jaringan yang berada di site BTS 3T.

“Jadi pada prinsip ada masyarakat di beberapa kawasan site 3T yang komplain, kawasan ini yang memiliki experience jaringan kurang bagus. Dan juga terdapat kawasan wisata yang mempunyai potensi unggulan, namun masih menggunakan jaringan 3T,” tandasnya.

Menurutnya, ada tiga masalah yang menjadi fokusnya untuk berkordinasi dengan kementrian Kominfo dimana site 3T merupakan aset dari Kementerian Komunikasi dan Informatika, selain itu Bandwith transmisi site 3T sangat kecil dan kapasitas BTS 3T terbatas.

Lewat tatap muka bersama pimpinan dan manajemen PT Telkomsel Cabang Sorong itu, akhirnya persoalan terkait jaringan site 3T terdapat usulan solusi Improvement.

Dari contoh experience site 3T di beberapa lokasi, hasil experience ketika
dicover site 3T kurang bagus dan timpang jika dibandingkan dengan hasil
experience ketika dicover site regular.

Untuk meningkatkan experience di lokasi site 3T, pihak Telkom dan Telkomsel mengusulkan
beberapa solusi diantaranya,
Penambahan bandwidth transmisi, Penambahan kapasitas perangkat BTS (NE), FO-nisasi site US0-3T via PRT
Usulan Penambahan Bandwidth Transmisi Site 3T.

“Terkait permasalahan yang dibahas bersama pihak Telkom dan Telkomsel, saya akan coba minta untuk bicarakan dengan direktur Telkom pusat dan jg pihak kementerian Kominfo untuk di bicarakan titik temunya,” jelasnya.

Ia punya harapan besar dimana kampung-kampung yang belum dapat jaringan Telkomsel dapat memperoleh jaringan Telkomsel, ini supaya masyarakat yang di kampung bisa nikmati internet, supaya tahu berita dan tahu perkembangan.

“Dan jika nanti persoalan jaringan site 3T ini sudah saya bicarakan dengan direktur Telkom dan juga Kementerian Kominfo, saya akan kembali lagi kunjungan ke Telkomsel Sorong untuk sampaikan hasilnya dan mengecek progresnya pemasangan jaringan Telkomsel tersebut sampai terpakai dan dinikmati oleh masyarakat Papua Barat Daya,” tandasnya.

Manager Network Operations and Productivity Telkomsel Sorong, Heri Aji Setiawan didampingi Manager Mobile Consumer Telkomsel Branch Sorong, Himawan Avianto memaparkan progres dan capaian Telkomsel.

Diketahui Telkomsel merupakan penyedia layanan telekomunikasi digital terbaik di regional dengan mewujudkan masyarakat Indonesia yang berdaya saing tinggi untuk membuat hari ini menjadi lebih baik dan menciptakan masa depan yang gemilang, dengan menyediakan konektivitas, layanan dan solusi yang inovatif dan unggul bagi semua orang, setiap rumah, dan kegiatan usaha, untuk membuka semua peluang.

Selaras dengan semangat Indonesia untuk digitalisasi negeri, Telkomsel berperan sebagai penyedia layanan konvergensi terbesar yang secara konsisten melakukan pemerataan jaringan 4G, mengembangkan teknologi 5G, dan menerapkan teknologi fixed broadband terkini guna meningkatkan kualitas pengalaman pelanggan serta juga mengembangkan layanan digital meliputi Digital Lifestyle, Digital Advertising, Digital Enterprise Solutions, dan Internet of Things.

Selama 29 tahun berdiri, Telkomsel kini hadir dengan dukungan lebih dari 269.000 BTS serta melayani lebih dari 158,4 juta pelanggan mobile dan lebih dari 9,4 juta pelanggan fixed broadband (IndiHome-B2C) yang tersebar hingga ke seluruh pelosok negeri.

Dalam menjalankan operasional perusahaan yang berkelanjutan, Telkomsel juga menerapkan prinsip ESG untuk memberikan dampak positif terhadap ekosistem perusahaan.

Terlihat pula GM Witel Telkom Papua Barat, Erick Maurits Tobing turut memaparkan terkait akses jaringan di wilayah Papua Barat Daya.

Pos terkait