ISTORINEWS.COM, Kota Sorong – Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Papua Barat Daya, Corneles Sagrim, menegaskan bahwa fokus pembangunan di sektor Cipta Karya saat ini diarahkan pada infrastruktur dasar yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
Pernyataan itu disampaikan saat dirinya mendampingi anggota Komisi V DPR RI, Faujia Helga Tampubolon, meninjau kondisi rumah warga terdampak banjir rob dan abrasi di Pulau Doom, Distrik Sorong Kepulauan, Kota Sorong, Rabu (29/4/2026).
Menurutnya, sektor Cipta Karya mencakup pembangunan air minum, sanitasi, permukiman, serta bangunan gedung, yang semuanya menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Kami di Cipta Karya lebih fokus pada infrastruktur dasar seperti air minum, sanitasi, permukiman, dan bangunan gedung. Program yang paling tepat adalah yang berbasis masyarakat,” ujar Corneles.
Ia menjelaskan, program-program tersebut merupakan bagian dari skema tahunan yang harus terintegrasi dengan usulan dari pemerintah kabupaten/kota melalui aplikasi Sistem Informasi Perencanaan dan Penganggaran (SIPA).
“Usulan dari aspirasi harus dikoneksikan dengan usulan dari kabupaten/kota melalui SIPA. Setiap tahun kami dampingi pemerintah daerah untuk memastikan proses penginputan dan progresnya berjalan baik,” jelasnya.
Corneles juga mengungkapkan bahwa sejumlah daerah mulai menunjukkan progres yang cukup baik dalam pengusulan program.
Salah satunya berasal dari Kabupaten Tambrauw yang dinilai cukup aktif mengusulkan program berbasis masyarakat.
“Usulan dari Bupati Tambrauw cukup banyak, terutama untuk program Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas) dan Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas),” ungkapnya.
Selain Tambrauw, Kabupaten Sorong Selatan juga disebut telah mulai mengajukan program serupa, meskipun masih perlu diverifikasi lebih lanjut.
Ia menambahkan, proses verifikasi usulan dilakukan setelah seluruh pengajuan terintegrasi dan mendapatkan persetujuan melalui jalur aspirasi yang telah ditentukan.
“Semua usulan nantinya akan diverifikasi di lapangan untuk memastikan kesesuaian dengan kebutuhan dan potensi wilayah,” katanya.
Corneles menilai, sejumlah daerah seperti Kabupaten Sorong memiliki potensi besar dalam pengembangan program berbasis kawasan, terutama yang mendukung sektor ekonomi seperti pertanian dan perikanan.
“Program seperti jalan lingkungan, akses ke kawasan nelayan, hingga fasilitas pendukung ekonomi masyarakat sangat relevan untuk dikembangkan di daerah potensial,” tambahnya.
Corneles Sagrim, menegaskan bahwa keberhasilan pelaksanaan program Cipta Karya di daerah tidak terlepas dari kolaborasi erat dengan legislatif, khususnya anggota Komisi V DPR RI, Faujia Helga Tampubolon.
Dalam implementasinya, dukungan aspirasi dari DPR RI menjadi pintu utama dalam mendorong realisasi program di daerah.
“Program Cipta Karya ini memang berbasis masyarakat, dan prosesnya tidak lepas dari aspirasi yang diperjuangkan oleh anggota DPR RI. Di Papua Barat Daya, kami berkolaborasi dengan Ibu Faujia Helga Tampubolon untuk mendorong berbagai program tersebut,” tandasnya.
Ia menyebutkan, sinergi ini terlihat dari masuknya sejumlah usulan program yang bersumber dari aspirasi masyarakat dan telah difasilitasi melalui jalur Komisi V DPR RI.
Selain Faujia Helga, pulau Doom juga menjadi bagian dari anggota Komisi IV DPR RI, Robert Joppy Kardinal, yang telah banyak memberikan dukungan dan suport bagi masyarakat di Distrik Sorong Kepulauan khususnya di pulau Doom.
Berbagai aspirasi dari Robert Kardinal selama ini telah dinikmati oleh seluruh masyarakat Doom. Oleh sebab itu harapan terbesar masyarakat Doom terhadap Faujia Helga dan Robert Kardinal untuk membangun dan membenahi fasilitas yang ada di pulau yang penuh dengan sejarah itu.













Hari ini : 1662
Kemarin : 1428
Total Kunjungan : 398566
Hits Hari ini : 3439
Who's Online : 9