ISTORINEWS.COM, Papua Barat Daya- Gubernur Papua Barat Daya dan Bupati Sorong diminta menaruh perhatian serius terhadap pembangunan sejumlah ruas jalan strategis di Kabupaten Sorong.
Khususnya ruas jalan Klasari–Seget dan ruas jalan Klamalu–Bandara Segun yang merupakan jalan strategis provinsi, kemudian ruas jalan Bandara Segun–Distrik Segun serta ruas jalan Salawati Tengah-Salawati Selatan yang adalah jalan kabupaten.
Permintaan ini disampaikan Anggota Fraksi Otsus DPR Papua Barat Daya, Carstensz Malibela, usai melakukan kunjungan reses di wilayah tersebut.

Menurut Carstensz, ruas-ruas jalan tersebut merupakan wilayah ring satu perusahaan pertambangan minyak dan gas (Migas) yang memberikan kontribusi besar terhadap penerimaan daerah melalui negara.
Namun hingga kini, kondisi jalan di kawasan tersebut masih belum memadai dan belum tersambung sepenuhnya.
“Sudah mendekati bulan Desember, masyarakat sangat membutuhkan peningkatan jalan karena mobilitas mereka tinggi, apalagi wilayah ini adalah daerah ring satu perusahaan. Harusnya jadi prioritas pemerintah,” tegas Carstensz, Jumat (3/10/2025).
Ia menjelaskan bahwa aturan Otonomi Khusus (Otsus), Dana Bagi Hasil (DBH) Migas memiliki porsi yang jelas untuk pembangunan infrastruktur persentasi itu jelas.
“Tahun ini kalau tidak di kuncurkan akan kami buka suara terkait besaran persentasi itu,” tegas Cartenz.
Ia pun menilai tidak ada alasan bagi pemerintah untuk menunda pembangunan dengan dalih apapun, sedikit atau banyaknya aggaran tersebut fokusnya harus ke daerah Itu.

“Dana DBH Migas itu sudah jelas peruntukannya untuk infrastruktur. Jadi tidak tidak boleh diatur ke tempat lain. Konsentrasi kita sekarang harus untuk jalan sebagai kebutuhan dasar masyarakat di wilayah tersebut,” ujarnya.
Carstensz menambahkan, Pemprov Papua Barat Daya sempat melakukan peningkatan ruas Klasari–Seget pada tahun sebelumnya 2024 karena statusnya sebagai jalan provinsi sayangnya Tahun 2025 ini tidak ada perhatian padalah DBH ada di terima.
Ia berharap program serupa bisa berlanjut hingga Bandara Segun dan Distrik Segun, yang merupakan tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Sorong dan juga Salawati Tengah-Salawati Selatan.
“Kita harap ada perhatian khusus dalam anggaran perubahan tahun 2025 dan juga di induk 2026–2027. Pemerintah harus menuntaskan pembangunan jalan di wilayah ring satu lebih dulu,” tambahnya.
Dikatakannya, untuk infrastruktur di daerah lain bisa memakai sumber lain. Namun DBH Migas harus konsen ke wilayah ring satu.














Hari ini : 368
Kemarin : 853
Total Kunjungan : 312636
Hits Hari ini : 598
Who's Online : 4