ISTORINEWSCOM, Kota Sorong – Wali Kota Sorong, Septinus Lobat, mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga semangat kebersamaan dan pembangunan dalam momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Kota Sorong.
Hal itu disampaikan disela-sela sambutan pada upacara peringatan HUT ke-26 Kota Sorong di lapangan apel Kantor Wali Kota Sorong, Sabtu (28/2/2026).
Wali Kota Septinus Lobat juga menegaskan, kemajuan Kota Sorong tidak terlepas dari fondasi yang telah diletakkan para pemimpin terdahulu.

Ia menyampaikan apresiasi kepada almarhum, Jonathan A. Jumame, yang pernah menjabat sebagai Pejabat Wali Kota Administratif (1996–1999) dan Wali Kota definitif (2001–2006, 2007–2012).
Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada Lambertus Jitmau, bersama Wakilnya, Pahima Iskandar yang memimpin selama dua periode (2012–2017 dan 2017–2022).
Tak lupa, ia menyebut para penjabat sementara yang mengawal masa transisi kepemimpinan, yakni Dr. George Yarangga, (2022–2023), dirinya sendiri (2023–2024), serta Dr. Bernhard E. Rondonuwu, (Agustus 2024–Februari 2025).
Menurut Lobat, di bawah kepemimpinan para pendahulu, Kota Sorong mengalami kemajuan signifikan, terutama pada pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan, drainase, bandara, dan pelabuhan, peningkatan pelayanan publik di sektor pendidikan, kesehatan, serta administrasi pemerintahan, hingga pertumbuhan ekonomi yang menjadikan Sorong sebagai pusat perdagangan dan distribusi di Papua Barat Daya.
“Kota Sorong kini bukan hanya pusat pemerintahan, tetapi juga simpul ekonomi dan logistik kawasan timur Indonesia,” tegasnya.
Memasuki usia ke-26 tahun, yang juga bertepatan dengan satu tahun masa kepemimpinan Lobat bersama Wakil Wali Kota H. Anshar Karim, Pemerintah Kota Sorong mengusung visi menjadikan Sorong sebagai kota yang maju, bersih, hijau, aman dan sejahtera.
Lobat mengungkapkan, visi tersebut diperkuat sejak dirinya dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara pada 20 Februari 2025.
Dalam satu tahun kepemimpinan, sejumlah arah kebijakan strategis telah dijalankan, antara lain penguatan tata kelola pemerintahan yang transparan dan profesional, percepatan pembangunan infrastruktur strategis seperti ruang terbuka publik, pembangunan ulang Pasar Remu, Mal Pelayanan Publik, serta penataan drainase untuk mengatasi banjir.
Di bidang pendidikan, Pemkot menghadirkan program pendidikan gratis untuk jenjang TK, SD, SMP hingga SMA/SMK, serta perbaikan sarana dan prasarana pendukung.
Selain itu, penataan kota dilakukan melalui penghijauan, penataan taman kota, serta pengawasan kebersihan lingkungan. Pemerintah juga memberikan bantuan kepada korban bencana longsor, bantuan modal usaha bagi UMKM, serta bantuan perumahan layak huni khususnya bagi Orang Asli Papua (OAP).














Hari ini : 25
Kemarin : 853
Total Kunjungan : 312293
Hits Hari ini : 75
Who's Online : 7