ISTORINEWS.COM, Kota Sorong – Yayasan Lentera Marturia Papua menggelar perayaan Natal bersama anak-anak binaan di komoleks Kokoda Kelurahan Klasabi, Manoi Kota Sorong, Selasa (16/12/2025).
Kegiatan ini dilaksanakan secara sederhana di gedung Pusat Pembinaan Yayasan Lentera Marturia Papua yang berada di tengah permukiman masyarakat Kekoda.
Ketua Yayasan Lentera Marturia Papua, Pdt. Yohanis Sattu, mengatakan bahwa perayaan Natal tersebut merupakan bentuk perhatian dan pelayanan yayasan kepada anak-anak, khususnya anak-anak Kekoda yang selama ini membutuhkan sentuhan dan perhatian dari berbagai pihak.

“Hari ini kami merayakan Natal bersama keluarga besar Yayasan Lentera Marturia Papua, khususnya untuk anak-anak Lentera. Yayasan ini memang hadir untuk memberi perhatian dalam pelayanan bagi anak-anak yang membutuhkan,” ujar Pdt. Yohanis Sattu.
Ia menjelaskan, melalui yayasan yang dipimpinnya, pihaknya menghimpun anak-anak untuk dibina dan diajar melalui rumah belajar yang disebut sebagai Pusat Pembinaan.
Meski gedung tersebut masih sederhana dan belum sepenuhnya rampung, namun telah difungsikan sebagai pusat pembinaan bagi anak-anak yayasan.

“Gedung sederhana ini kami sebut sebagai gedung pusat pembinaan anak-anak. Dari sinilah kami membina dan mengajar mereka,” jelasnya.
Menurutnya, perayaan Natal kali ini sengaja dilaksanakan di lingkungan tempat tinggal anak-anak agar mereka dapat merasakan langsung sukacita dan damai sejahtera Natal Yesus Kristus.
“Selama ini perayaan Natal identik dengan gedung-gedung mewah dan tempat yang jauh dari jangkauan anak-anak ini. Karena itu, kami mendekatkan perayaan Natal ke tengah-tengah kehidupan mereka,” katanya.
Dalam perayaan tersebut, yayasan juga menghadirkan Paman Santa sebagai simbol sukacita Natal. Pdt. Yohanis menegaskan bahwa hal ini dilakukan untuk mengubah stigma bahwa perayaan Natal dengan kehadiran Santa hanya milik kalangan tertentu.
“Kami ingin menunjukkan bahwa Natal bukan hanya untuk orang-orang berada, tetapi juga untuk anak-anak yang mungkin selama ini kurang mendapat perhatian. Mereka juga berhak merasakan damai Natal,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa anak-anak Kekoda menjadi sasaran utama pelayanan yayasan. Hal itu pula yang menjadi alasan pendirian gedung pusat pembinaan di tengah permukiman masyarakat Kekoda.
“Gedung ini dibangun di tengah perkampungan agar kami bisa menjangkau anak-anak mereka. Saat ini fokus kami masih pada anak-anak, sementara untuk remaja dan pemuda akan kami pertimbangkan ke depan,” pungkasnya.
















Hari ini : 402
Kemarin : 1317
Total Kunjungan : 237184
Hits Hari ini : 835
Who's Online : 8