ISTORINEWS.COM, Kota Sorong – Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Sorong berhasil membangun jaringan infrastruktur resmi milik Pemerintah Kota Sorong secara mandiri sebagai upaya mendukung kinerja pemerintahan yang kini berbasis digitalisasi.
Jaringan tersebut menjadi backbone atau tulang punggung infrastruktur jaringan Pemerintah Kota Sorong dengan panjang mencapai sekitar 16 kilometer, yang telah dikerjakan sejak tahun 2025.
Kepala Dinas Kominfo Kota Sorong, James Burung, menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur jaringan ini akan terus dilanjutkan pada tahun 2026 dengan target perluasan cakupan wilayah hingga Distrik Sorong, Distrik Sorong Barat, serta sebagian wilayah Distrik Sorong Timur, termasuk penguatan jaringan backhaul.
“Untuk backhaul, bentangan jaringan backbone saat ini sudah menjangkau Pelabuhan Rakyat, Sekretariat DPR, hingga Kantor DPRK Kota Sorong,” kata James kepada wartawan, Selasa (20/1/2026).
Ia mengungkapkan, dengan tersedianya infrastruktur jaringan milik Pemerintah Kota Sorong, langkah selanjutnya adalah peningkatan kapasitas bandwidth.
Saat ini bandwidth yang digunakan masih berada pada kisaran 200 Mbps dan diharapkan dapat ditingkatkan secara signifikan, bahkan mendekati 1 terabyte, guna mengoptimalkan jaringan fiber optic yang telah terbangun.
Terkait metode pemasangan, James menjelaskan bahwa pembangunan jaringan dilakukan menggunakan sistem kabel udara dengan memanfaatkan tiang, menyesuaikan keterbatasan anggaran. Pada tahun 2025, jaringan telah terpasang di sekitar 20 titik Organisasi Perangkat Daerah (OPD), baik di lingkungan Kantor Wali Kota Sorong maupun di luar kompleks perkantoran, termasuk kawasan perkantoran di Jalan Baru dari Dispora hingga Dinas Kesehatan Kota Sorong.
“Pada tahun 2026 ini, jaringan akan diperluas ke beberapa distrik, termasuk puskesmas-puskesmas yang ada di wilayah tersebut,” ujarnya.
Menurutnya, fungsi utama pembangunan jaringan ini adalah menghadirkan layanan internet mandiri bagi Pemerintah Kota Sorong sehingga tidak lagi sepenuhnya bergantung pada provider, baik dari sisi manajemen bandwidth maupun pengelolaan infrastruktur.
Meski demikian, kerja sama government to business (G2B) dengan pihak provider, khususnya Telkom, tetap akan berjalan, terutama dalam penyediaan bandwidth. Namun, pengelolaannya kini sepenuhnya berada di bawah kendali pemerintah daerah.
Dengan adanya infrastruktur ini, kebutuhan layanan internet dedicated di sejumlah titik strategis, seperti Rumah Sakit Sele Be Solu, dapat terpenuhi secara optimal. James menilai, jika hanya mengandalkan layanan internet rumahan, kualitas koneksi tidak akan maksimal.
“Untuk tahun ini kami merencanakan penambahan bandwidth bekerja sama dengan Telkom dengan target ideal mendekati 1 tera,” ungkapnya.
Ia menambahkan, beberapa titik yang telah merasakan manfaat langsung dari jaringan ini antara lain lingkungan Kantor Wali Kota Sorong, termasuk Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), yang aktivitas kerjanya sangat bergantung pada sistem berbasis aplikasi seperti ICPD yang membutuhkan jaringan stabil dan andal.
Selain itu, Dinas Kominfo Kota Sorong juga telah berkoordinasi dengan pihak Bandara DEO Sorong terkait rencana penyediaan layanan internet gratis di area kedatangan dan keberangkatan penumpang. Layanan serupa juga direncanakan untuk ruang publik, seperti Taman DEO, sesuai arahan Wali Kota Sorong, Septinus Lobat.
“Kami juga berkolaborasi dengan Kapolres Sorong dalam mendukung keamanan kota, khususnya untuk integrasi jaringan CCTV. Dengan infrastruktur ini, secara bertahap kebutuhan dasar menuju konsep kota cerdas atau smart city sudah mulai kita miliki, setidaknya dari sisi infrastruktur jaringan,” pungkas James.















Hari ini : 841
Kemarin : 670
Total Kunjungan : 312256
Hits Hari ini : 2366
Who's Online : 6