ISTORINEWS.COM, Fakfak– Badan Pekerja Sinode (BPS) Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua melalui Biro Persekutuan Anak dan Remaja (PAR) menggelar Temu Raya III Guru Sekolah Minggu (GSM) se-Tanah Papua di Kabupaten Fakfak, Papua Barat Daya, pada Minggu (29/6/2025).
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua Sinode GKI di Tanah Papua, Pdt. Hiskia Rollo, dan turut dihadiri Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan, Bupati Fakfak, anggota BPS GKI, perwakilan Klasis se-Tanah Papua, serta unsur Forkopimda Kabupaten Fakfak.

Dalam sambutannya, Pdt. Hiskia Rollo menekankan pentingnya peran Guru Sekolah Minggu sebagai garda terdepan dalam membina karakter generasi muda Papua, khususnya dalam menghadapi pengaruh negatif seperti minuman keras (miras) dan penyimpangan sosial.
“Guru Sekolah Minggu adalah pelopor-pelopor yang menyatakan perang terhadap miras, tanpa menunggu regulasi negara. Mereka berdiri di depan untuk menyelamatkan anak-anak sekolah minggu,” tegasnya.
Ia menambahkan, pertemuan ini bukan sekadar seremonial, tetapi bagian dari rangkaian pembekalan rohani oleh GKI, yang sebelumnya juga menggelar retreat pelayan firman di 70 klasis, kegiatan Persekutuan Wanita di Nabire, Kaum Bapak di Sentani, dan Persekutuan Anak Muda di Supiori.

Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, dalam sambutannya mengapresiasi penyelenggaraan Temu Raya ini sebagai upaya strategis membentuk karakter generasi muda Papua yang beriman dan berakhlak mulia.
“Sekolah Minggu adalah wadah strategis membentuk kepribadian anak-anak sebagai generasi penerus gereja dan bangsa. Pemerintah akan terus mendukung peningkatan pendidikan rohani seperti ini,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Biro PAR GKI di Tanah Papua, Pdt. Nafi Kastanya, menjelaskan bahwa kegiatan ini diikuti oleh Guru Sekolah Minggu dari 70 klasis yang tersebar di 12 wilayah Sinode GKI Tanah Papua. Kegiatan ini juga bertujuan untuk menyamakan kurikulum Sekolah Minggu agar seluruh GSM menggunakan bahan ajar yang seragam.
“Dengan kurikulum yang sama, pengajaran Sekolah Minggu akan lebih terarah dan sistematis. Setelah ini, kami harapkan setiap klasis dapat mensosialisasikan kurikulum tersebut,” jelasnya.
Dikatakannya, Temu Raya ini menjadi media dinamis karena mempertemukan para Guru Sekolah Minggu secara langsung untuk mempererat hubungan, meningkatkan pemahaman untuk menjalankan pelayanan terhadap anak sekolah minggu melalui kurikulum baru.
Temu Raya III GSM ini diharapkan menjadi media penguatan pelayanan, peningkatan kapasitas guru, serta mempererat jaringan antar-GSM di seluruh Tanah Papua.















Hari ini : 347
Kemarin : 1317
Total Kunjungan : 237129
Hits Hari ini : 606
Who's Online : 7