GOW Raja Ampat Periode 2025–2030 Resmi Dilantik, Perempuan Didorong Jadi Pilar Pembangunan

ISTORI NEWS :Ketua BKOW Papua Barat Daya, Ny. Ida Priyanti Nausrau, menyerahkan pataka GOW kepada ketua GOW Raja Ampat, Ny. Habiba T. Syahdan.

ISTORINEWS.COM, Raja Ampat – Pengurus Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Raja Ampat Papua Barat Daya periode 2025–2030 resmi dilantik.

Acara yang berlangsung di gedung wanita Syalomeseben Waisai itu dihadiri Wakil Gubernur Papua Barat Daya, Ahmad Nausrau, Staf Ahli Gubernur bidang Ekubang, Dr. George Yarangga, Bupati Raja Ampat, Orideko I Burdam, Ketua TP PKK Papua Barat Daya, Ny. Orpa Kambu, Ketua Badan Koordinasi Organisasi Wanita (BKOW) Papua Barat Daya, Ny. Ida Priyanti Nausrau, serta tamu undangan.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Ketua GOW Raja Ampat, Habiba T. Syahdan, menegaskan bahwa pelantikan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran perempuan dalam pembangunan daerah.

Ia menyebut GOW sebagai wadah strategis untuk memperjuangkan hak-hak perempuan, meningkatkan kualitas hidup, serta berkontribusi dalam pembangunan Raja Ampat.

Bupati Raja Ampat,Orideko I Burdam, lantik

“Perempuan Raja Ampat telah membuktikan ketangguhannya di berbagai bidang, mulai dari ekonomi, kelautan, pariwisata, pendidikan, kesehatan, hingga pelestarian lingkungan,” ujar Habiba.

Habiba menegaskan empat program prioritas GOW, yakni penguatan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal, peningkatan kualitas sumber daya perempuan melalui pelatihan dan literasi digital, peran aktif dalam pelestarian lingkungan, serta advokasi kebijakan responsif gender.

Sementara itu, Ketua Badan Kordinasi Organisasi Wanita (BKOW) Papua Barat Daya, Ny. Ida Priyanti Nausrau, menekankan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremonial, melainkan titik awal tanggung jawab besar organisasi perempuan.

Ia berharap GOW Raja Ampat memperkuat kapasitas perempuan melalui pendidikan, keterampilan, kewirausahaan, dan ekonomi kreatif.

“Masih banyak perempuan yang belum mendapat akses pendidikan dan kesempatan kerja setara. Kerja organisasi wanita harus konkret, bukan sekadar simbolis,” tegasnya.

Bupati Raja Ampat, Orideko Iriano Burdam, juga menekankan pentingnya peran perempuan dalam pembangunan, baik melalui organisasi maupun keluarga.

Menurutnya, perempuan berperan strategis dalam menjaga lingkungan, mendorong pembangunan sosial, hingga ikut serta dalam perencanaan daerah.

“Program kerja organisasi perempuan harus direncanakan dengan baik supaya menopang pembangunan. Pemerintah akan mendukung, tapi setiap organisasi juga harus berinovasi dan mandiri,” ujar Orideko.

Acara pelantikan ditutup dengan ajakan bersama untuk memperkuat solidaritas antarorganisasi perempuan demi mengangkat martabat perempuan Raja Ampat sebagai pilar pembangunan daerah.

Pos terkait