Kunjungi Pulau Arar, Mendikdasmen Pastikan Pendidikan Menjangkau Daerah 3T

Kunjungi Pulau Arar, Mendikdasmen Pastikan Pendidikan Menjangkau Daerah 3T.

ISTORINEWS.COM, Kabupaten Sorong – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu’ti, menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan seluruh anak Indonesia tetap memperoleh akses pendidikan yang layak, termasuk mereka yang tinggal di wilayah terpencil seperti Pulau Arar, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya.

Hal tersebut disampaikan Abdul Mu’ti saat melakukan kunjungan kerja ke Pulau Arar dan meninjau langsung hasil revitalisasi sejumlah fasilitas pendidikan di wilayah tersebut.

Bacaan Lainnya

“Tidak boleh ada anak Indonesia yang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan karena memiliki kesulitan ekonomi, kemampuan intelektual, keterbatasan fisik, atau berada di daerah yang terpencil seperti di Pulau Arar ini. Ini adalah amanat yang sungguh-sungguh kami tunaikan semaksimal mungkin,” ujar Abdul Mu’ti.

Sebagai bentuk komitmen tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menjadikan sekolah terdampak bencana, sekolah di wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal), serta sekolah dengan kerusakan berat sebagai prioritas dalam Program Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2026.

Selain pembangunan fisik sekolah, pemerintah juga terus memperkuat lima model layanan pendidikan, yakni pendidikan jarak jauh (PJJ), sekolah satu atap, sekolah terbuka berbasis komunitas belajar, pendidikan kesetaraan, serta kursus dan pelatihan.

Menurut Abdul Mu’ti, berbagai model pendidikan tersebut disiapkan agar layanan pendidikan dapat menyesuaikan kondisi geografis dan kebutuhan masyarakat di daerah terpencil.

“Kita merasakan semangat yang sama untuk memajukan pendidikan di tanah air. Mari bersama-sama kita bangkitkan semangat agar anak-anak kita dapat tumbuh menjadi generasi emas Indonesia 2045,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Barat Daya, Adolof Kambuaya, menyebut kunjungan Mendikdasmen ke Pulau Arar menjadi momen bersejarah bagi masyarakat setempat.

“Ini pertama kali menteri bisa sampai di Pulau Arar,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Papua Barat Daya memiliki sekitar 160 ribu peserta didik, lebih dari 1.200 sekolah, dan sekitar 10 ribu guru yang tersebar di lebih dari 900 kampung. Kondisi tersebut membuat pemerataan layanan pendidikan membutuhkan dukungan dan komitmen bersama antara pemerintah pusat dan daerah.

Dampak program revitalisasi juga dirasakan langsung oleh para murid. Salah satunya disampaikan Meske Salomina Sosir, murid SMA Unimuda Pulau Arar, yang mengaku selama bertahun-tahun harus belajar di bangunan sekolah yang rusak dan kurang layak.

Kini, setelah revitalisasi dilakukan, ruang belajar telah direnovasi dan kembali digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

“Pembangunan sudah selesai satu bulan lalu. Kelasnya sudah dimanfaatkan, sudah bisa belajar. Perasaannya sangat gembira. Setiap hari kalau pagi belum ada guru, pasti kita murid pertama datang,” ungkap Meske.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Presiden RI Prabowo Subianto dan Mendikdasmen Abdul Mu’ti atas perhatian terhadap pendidikan di Pulau Arar.

“Terima kasih kepada Bapak Prabowo Subianto beserta Bapak Menteri Abdul Mu’ti. Kiranya atas berkat yang Bapak berikan kepada kami di sekolah SMA Unimuda Pulau Arar, dapat menunjang murid-murid untuk bisa belajar dan bersenang-senang,” tuturnya.

Selain SMA Unimuda Pulau Arar, SD Inpres 27 Kabupaten Sorong juga menerima bantuan revitalisasi berupa pembangunan toilet, ruang UKS, dan rumah dinas guru.

Dalam kunjungan tersebut, Abdul Mu’ti disambut antusias para guru dan murid sebelum meninjau langsung fasilitas yang telah dibangun.

Ia kemudian meresmikan hasil revitalisasi tersebut sebagai bagian dari upaya pemerintah menghadirkan fasilitas pendidikan yang lebih layak dan mendukung proses belajar mengajar di wilayah terpencil Papua.

Pos terkait