ISTORINEWS.COM, Papua Barat Daya– Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya menggelar Rapat Koordinasi Kebijakan Sumber Daya Alam dengan fokus pada pemanfaatan energi terbarukan untuk mendorong produktivitas pertanian, kelautan, dan perikanan.
Sambutan Gubernur Papua Barat Daya yang dibacakan Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Jhony Way, menegaskan bahwa transisi menuju energi baru dan terbarukan (EBT) adalah keharusan di tengah menipisnya cadangan energi fosil.
“Papua Barat Daya memiliki potensi energi terbarukan yang besar, mulai dari tenaga surya, mikrohidro, biomassa hingga energi angin. Jika dimanfaatkan secara tepat, energi ini dapat menjadi penggerak utama sektor pertanian maupun perikanan, termasuk budidaya,” ujar Jhony Way.
Ia mencontohkan, pemanfaatan energi terbarukan dapat diaplikasikan pada pompa irigasi untuk memperkuat ketahanan pangan, maupun dalam mendukung aktivitas nelayan dan pengolahan hasil laut.
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 menekankan transisi energi dan pembangunan hijau (green economy) dengan penguatan sektor pertanian, kelautan, dan perikanan sebagai penopang ekonomi nasional.
Lebih jauh, Gubernur melalui sambutan tersebut menyinggung rencana pendirian universitas negeri di Papua Barat Daya yang akan memperkuat kajian dan riset terkait energi terbarukan.
Dengan begitu, generasi muda daerah ini dapat mempelajari teknologi baru, termasuk kecerdasan buatan (AI), yang mendukung transformasi menuju energi bersih di masa depan.
“Energi terbarukan adalah kebutuhan semua negara. Dunia kini berlomba menggunakan listrik dari sumber energi bersih, dan Papua Barat Daya harus siap menjadi bagian dari arus besar tersebut,” tegasnya.

Kepala Biro Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Setda Papua Barat Daya, Eksan Musa’ad, menegaskan komitmennya untuk mendorong transisi menuju Energi Baru Terbarukan (EBT) sebagai bagian dari kebijakan nasional.
Eksan mengatakan, kebijakan pengembangan EBT sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) serta delapan program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
Pada tingkat daerah, Pemprov Papua Barat Daya juga tengah memfinalisasi Rencana Umum Energi Daerah (RUED).
“EBT merupakan resolusi penting untuk mengurangi ketergantungan pada energi berbahan fosil. Papua Barat Daya memiliki potensi besar, mulai dari energi angin, gelombang laut, panas bumi, hingga biomassa. Semua ini perlu dimanfaatkan untuk mendorong transformasi energi,” ujarnya.
Menurutnya, tantangan utama dalam pengembangan EBT adalah kebutuhan investasi yang cukup besar. Namun, pemerintah telah menyiapkan sejumlah insentif untuk menarik minat investor.
Lebih lanjut, Eksan menekankan bahwa pengembangan EBT tidak hanya berfokus pada sektor energi, tetapi juga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, terutama di bidang pertanian, kelautan, dan perikanan.
“Investasi EBT memberi multiplier effect yang luas. Selain mendorong pertumbuhan ekonomi, juga akan membuka lapangan kerja baru, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan,” tambahnya.
Rapat koordinasi ini menghadirkan pemateri dari pusat maupun daerah untuk menyampaikan perkembangan terkini terkait persiapan dan pemanfaatan energi terbarukan di Indonesia, sekaligus memberi gambaran strategi implementasi di Papua Barat Daya.














Hari ini : 140
Kemarin : 1199
Total Kunjungan : 313607
Hits Hari ini : 206
Who's Online : 11