Istorinews.com, Sorong– SKK Migas dan Pertamina EP Papua Field (PEP Papua) yang merupakan bagian dari Zona 14 Regional Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina berhasil mendorong masyarakat kampung Maladuk Kabupaten Sorong melakukan panen perdana mereka.
Kelompok tani di kampung Maladuk memanen hasil pertaniannya berupa kangkung cabut yang ditanam menggunakan metode penanaman hidroponik organik (hidroganik) pada Jumat pekan lalu (10/1/2025).
Aktivitas ini merupakan salah satu upaya meningkatkan kemandirian pangan sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru bagi warga setempat.
Jatimbang Aritonang, salah satu petani, berpendapat kangkung yang dipanen kali ini tumbuh subur dengan kualitas yang sangat baik.
“Para petani hidroganik di Kampung Maladuk memetik hasil yang memuaskan setelah beberapa bulan mempraktikkan teknik hidroganik yang diajarkan dalam pelatihan,” ujar Jatimbang Aritonang.
Melalui sistem ini kata Aritonang, tanaman kangkung dapat tumbuh tanpa media tanah mengandalkan air dan nutrisi yang ramah lingkungan.
“Hasilnya, tanaman yang dipanen memiliki kualitas yang lebih baik, sehat, dan efisien dalam penggunaan air dibandingkan dengan metode konvensional,” jelas Jatimbang.
Hal serupa dikatakan Selviana Kondologit, Kepala Kampung Maladuk, mengaku hasil panen kali ini sangat menggembirakan.
“Kami sangat senang dengan hasil panen kangkung ini. Selain menjadi bahan pangan yang sehat untuk keluarga, hasilnya juga akan kami jual di pasaran. Ada sekitar 380 pot kangkung yang dipanen,” tandasnya.
Dikatakannya setiap ikat kangkung terdiri dari 3 hingga 4 batang, dijual dengan harga Rp10.000/ikat. Ini membuka peluang bagi warga setempat untuk meningkatkan pendapatan dan sekaligus mempromosikan pertanian yang ramah lingkungan.
Manager Papua Field, Ardi, mengatakan program ini merupakan bagian dari inisiatif Program Pengembangan Masyarakat (PPM) SKK Migas-PEP Papua yang bertujuan memberdayakan masyarakat lokal dan mendukung ketahanan pangan melalui metode pertanian berkelanjutan.
“Dengan memanfaatkan teknologi hidroganik yang ramah lingkungan, kami berharap Kampung Maladuk dapat terus berkembang menjadi model komunitas mandiri yang tidak hanya memprioritaskan keberlanjutan lingkungan, tetapi juga kesejahteraan ekonomi warganya,” tandas Ardi.
Pelatihan yang diberikan oleh SKK Migas, PEP Papua, dan Yayasan Kasuari Tanah Papua telah membekali warga Kampung Maladuk dengan pengetahuan dan keterampilan praktis dalam pertanian hidroganik.
Para peserta pelatihan tidak hanya mempelajari teknik penanaman dan perawatan tanaman, tetapi juga cara memanfaatkan hasil panen untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi mereka.
Langkah selanjutnya, warga Kampung Maladuk berencana mengembangkan usaha pertanian hidroganik ke jenis sayuran lainnya yang memiliki potensi pasar.
Sinergi antara SKK Migas, PEP Papua, Yayasan Kasuari Tanah Papua, dan warga Kampung Maladuk memberi harapan baru masyarakat yang lebih mandiri, sejahtera, dan berwawasan lingkungan. (rls)














Hari ini : 862
Kemarin : 1578
Total Kunjungan : 381625
Hits Hari ini : 2304
Who's Online : 15