ISTORINEWS.COM, Papua Barat Daya- Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN), 21 Februari 2026 yang bertepatan dengan momentum Hari Ulang Tahun ke-26 Kota Sorong pada 28 Februari 2026, Alumni Mahasiswa Manokwari Kota Sorong menyatakan dukungan penuh terhadap pengelolaan sampah secara komprehensif bersama Pemerintah Kota Sorong.
Komitmen tersebut sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah yang menegaskan bahwa pengelolaan sampah menjadi tanggung jawab pemerintah dan masyarakat secara bersama.
Wali Kota Sorong, Septinus Lobat, menegaskan komitmennya dalam mendukung program prioritas nasional Presiden Prabowo Subianto melalui gerakan kebersihan lingkungan yang digelar di Distrik Malasimsa, Kota Sorong, Jumat (20/2/2026).

Menurut Septinus, program kebersihan menjadi prioritas seluruh kepala daerah di Indonesia sebagai bagian dari dukungan terhadap agenda nasional. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor guna menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.
“Ini merupakan bagian dari pelaksanaan program prioritas nasional Bapak Presiden dan menjadi tanggung jawab seluruh kepala daerah. Pemerintah Kota Sorong bersama TNI-Polri berkolaborasi melakukan aksi bersih sampah di lingkungan Distrik Malasimsa,” ujarnya.
Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari Pemerintah Kota Sorong, TNI, Polri, hingga seluruh RT dan komponen masyarakat setempat.
Septinus Lobat, berharap melalui kolaborasi dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat, Kota Sorong dapat menjadi kota terbersih di wilayah Papua Barat.
“Kita berharap Kota Sorong menjadi kota yang terbersih di Papua Barat. Ini tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Alumni Manokwari Kota Sorong, Natalsen Basna, menyampaikan kesiapan pihaknya untuk berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Sorong dalam pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir.
Ia mendorong agar sistem pengelolaannya tidak lagi menggunakan pola konvensional “kumpul, angkut, dan buang”, tetapi beralih ke sistem 3R (Reduce, Reuse, Recycle) yang lebih ramah lingkungan dan bernilai ekonomi.
“Kami mendukung Pemkot Sorong meninggalkan pola lama dan beralih pada pengelolaan sampah yang komprehensif, menciptakan lingkungan sehat sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi para pengelola sampah,” ujarnya.
Basna juga mengajak masyarakat untuk memulai pengelolaan sampah dari sumbernya, yakni rumah tangga, dengan memilah sampah organik, non-organik, dan B3 (bahan berbahaya dan beracun) sebelum dibuang.
Menurutnya, hanya sampah yang benar-benar tidak dapat dimanfaatkan lagi yang layak dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Sementara sampah yang masih memiliki nilai guna dapat dikelola melalui pengomposan, daur ulang, hingga inovasi seperti bank sampah.
Ia mencontohkan langkah sederhana seperti membawa tas belanja sendiri untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, membagikan pakaian bekas yang masih layak pakai, serta memanfaatkan sampah organik menjadi kompos.
“Dulu sampah dianggap tidak berguna. Sekarang sampah bisa menjadi sumber ekonomi. Banyak masyarakat bisa diberdayakan, anak-anak bisa sekolah dari hasil pengelolaan sampah, dan ekonomi keluarga bisa meningkat,” tegasnya.














Hari ini : 848
Kemarin : 670
Total Kunjungan : 312263
Hits Hari ini : 2413
Who's Online : 7