PLN UP3 Sorong Siapkan Cadangan Listrik 20 MW, Investor Tak Perlu Khawatir

ISTORI NEWS : Manager PLN UP3 Sorong, Deni Muhammad Abrar (kanan) bersama stafnya (kiri). 

ISTORINEWS.COM, Kota Sorong – Ketersediaan pasokan listrik menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong pertumbuhan investasi dan aktivitas ekonomi di Kota Sorong, Papua Barat Daya.

Untuk mendukung kebutuhan tersebut, PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sorong memastikan kapasitas listrik yang tersedia saat ini masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus menunjang pengembangan dunia usaha.

Bacaan Lainnya

Manager PLN UP3 Sorong, Deni Muhammad Abrar, mengatakan daya mampu pasok listrik di Kota Sorong saat ini mencapai sekitar 80 megawatt (MW), sedangkan beban puncak berada pada kisaran 59–60 MW.

Dengan kondisi tersebut, masih tersedia cadangan daya sekitar 20 MW yang dapat menjadi modal penting untuk mendukung pertumbuhan kebutuhan listrik, termasuk bagi para pelaku usaha dan calon investor yang ingin mengembangkan kegiatan ekonomi di wilayah tersebut.

“Dengan daya mampu pasok sekitar 80 MW dan beban puncak 59–60 MW, saat ini masih tersedia cadangan daya sekitar 20 MW. Kondisi tersebut menjadi modal penting untuk mendukung kebutuhan listrik masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan investasi dan kegiatan ekonomi di Kota Sorong,” kata Deni di Sorong, Jumat.

Ia menjelaskan, ketersediaan pasokan listrik yang memadai merupakan salah satu pertimbangan bagi investor dalam menentukan lokasi dan mengembangkan usaha. Karena itu, PLN terus berupaya menjaga keseimbangan antara kapasitas daya yang tersedia, pertumbuhan kebutuhan listrik, serta keandalan sistem kelistrikan.

Menurutnya, kecukupan pasokan listrik harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pelayanan dan keandalan jaringan distribusi. Langkah tersebut diperlukan agar kebutuhan energi masyarakat, pelaku usaha, maupun calon investor dapat terpenuhi dengan baik.

PLN UP3 Sorong juga secara berkelanjutan melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan keandalan jaringan distribusi guna meminimalkan gangguan dan menjaga kualitas pelayanan kepada pelanggan.

Deni menyebutkan, perbaikan pelayanan kelistrikan menjadi perhatian PLN, antara lain melalui pemantauan indikator kinerja pelayanan serta evaluasi terhadap gangguan yang terjadi di lapangan.

“Memastikan pasokan listrik yang cukup harus diikuti dengan upaya menjaga keandalan jaringan. Kami terus melakukan evaluasi dan perbaikan agar pelayanan listrik kepada masyarakat, pelaku usaha, dan calon investor semakin baik,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa gangguan jaringan listrik di Kota Sorong tidak hanya berkaitan dengan kondisi teknis, tetapi juga dapat dipicu faktor eksternal. Di antaranya pohon yang tumbuh terlalu dekat dengan jaringan listrik serta gangguan yang disebabkan oleh binatang.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, PLN terus melakukan pemeliharaan jaringan dan mengajak masyarakat ikut berperan dalam menjaga keamanan infrastruktur kelistrikan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk memberikan dukungan kepada petugas PLN dalam kegiatan pemeliharaan, termasuk pemangkasan pohon yang berpotensi menyentuh atau mengganggu jaringan listrik. Langkah pencegahan ini penting untuk mengurangi risiko gangguan dan menjaga kontinuitas pasokan listrik,” katanya.

Selain pemeliharaan jaringan, PLN juga mendorong pemanfaatan layanan digital untuk mempermudah masyarakat dalam memperoleh pelayanan kelistrikan. Salah satunya melalui aplikasi PLN Mobile yang merupakan kanal layanan digital resmi PLN.

Melalui aplikasi tersebut, pelanggan dapat menyampaikan pengaduan, melaporkan gangguan maupun pemadaman listrik, memantau status laporan, serta mengakses berbagai layanan kelistrikan lainnya.

“Kami mengajak masyarakat untuk memanfaatkan PLN Mobile. Apabila mengalami gangguan listrik atau membutuhkan layanan kelistrikan, pelanggan dapat menyampaikan laporan melalui aplikasi tersebut sehingga laporan dapat diteruskan untuk ditindaklanjuti oleh petugas terkait,” ujarnya.

Pos terkait