Staf Ahli Sekolah Genius Frengky Saa Dorong Pendidikan Papua, Empat Anak Dikirim Sekolah ke Cina Tanpa Dana Otsus

Staf Ahli Sekolah Genius Frengky Saa Dorong Pendidikan Papua, Empat Anak Dikirim Sekolah ke Cina Tanpa Dana Otsus.

ISTORINEWS.COM, Papua Barat Daya – Staf Ahli Sekolah Genius sekaligus Kepala Bidang Riset dan Inovasi Bapperida Provinsi Papua Barat Daya, Frengky Albert Saa, SE., MM., terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia Orang Asli Papua melalui pendekatan pendidikan.

Sejak diangkat sebagai Staf Ahli Sekolah Genius, Frengky Saa aktif berkeliling wilayah Papua untuk mengampanyekan pentingnya pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, membangun Tanah Papua harus dimulai dari pembangunan manusia melalui pendidikan.

“Konsep berpikir saya sederhana, membangun Tanah Papua dengan pendidikan, mengubah orang Papua dengan pendidikan,” ujarnya.

Surat Keputusan tentang Pengangkatan Frenky A. Saa sebagai Staf Ahli Sekolah Genius.

Dalam kiprahnya, Frengky berhasil membuka peluang bagi empat anak Papua untuk melanjutkan pendidikan ke Sichuan Cina melalui beasiswa Pemerintah Cina.

Pada 2023, satu orang diberangkatkan, disusul tiga orang pada 2025. Ia menegaskan, seluruh pembiayaan dilakukan tanpa menggunakan dana Otonomi Khusus (Otsus).

“Ini bukti bahwa tanpa dana Otsus pun, kita bisa kirim anak-anak Papua belajar ke Cina melalui jejaring dan kerja sama yang baik,” katanya.

Frengky yang juga merupakan alumni penerima Australia Awards Short Course tahun 2025 menekankan pentingnya fokus pembangunan pendidikan di jenjang dasar hingga menengah, yakni SD, SMP, dan SMA.

Staf Ahli Sekolah Genius Frengky Saa, saat memberikan arahan kepada anak-anak Papua.

Menurutnya, untuk jenjang perguruan tinggi, pembiayaan dapat ditopang melalui berbagai skema beasiswa dari pemerintah pusat maupun luar negeri.

Sementara itu, penguatan kualitas pendidikan dasar dan menengah harus menjadi tanggung jawab serius pemerintah provinsi dan kabupaten/kota.

Ia juga menjelaskan bahwa sejak 2023, setiap mahasiswa yang menjalani magang di Bidang Riset dan Inovasi Bapperida Provinsi Papua Barat Daya dan berhasil menciptakan inovasi, secara otomatis direkomendasikan untuk melanjutkan studi ke Cina melalui beasiswa Pemerintah Cina.

“Kita ingin membangun budaya riset dan inovasi sejak dini. Anak-anak yang berprestasi harus kita dorong dan buka akses seluas-luasnya,” tegasnya.

Salah satu kisah yang paling berkesan bagi Frengky terjadi pada 2022, saat ia pertama kali menerima tugas sebagai staf khusus Sekolah Genius. Saat itu ia bertemu empat anak asal Maybrat yang tetap bersekolah meski mengalami berbagai keterbatasan.

Direktur Sekolah Genius kala itu menyampaikan bahwa anak-anak tersebut adalah titipan Tuhan yang harus dijaga dan diperhatikan. Momen tersebut membuat Frengky terharu dan berkomitmen untuk bekerja sungguh-sungguh demi masa depan mereka.

“Saya katakan kepada direktur, saya siap bekerja untuk sekolah ini, tidak perlu dibayar, yang penting anak-anak ini diperhatikan,” kenangnya.

Salah satu anak yang ia perhatikan adalah Apiles Kambuaya. Saat itu Frengky berpesan agar Apiles kelak melanjutkan studi di bidang kedokteran.

Pesan tersebut akhirnya terwujud. Apiles kini menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan dengan beasiswa penuh dari kampus.

Frengky berharap kolaborasi antara Dinas Pendidikan provinsi dan kabupaten/kota di Papua Barat Daya dapat terus diperkuat untuk menciptakan lebih banyak generasi muda Papua yang unggul, berdaya saing, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Pos terkait