Yayasan YKAM Siap Tampung ODGJ di Sorong, Minta Dukungan Pemerintah dan Kolaborasi Lintas Pihak

ISTORI NEWS : Yayasan YKAM Siap Tampung ODGJ di Sorong, Minta Dukungan Pemerintah dan Kolaborasi Lintas Pihak.

ISTORINEWS.COM, Papua Barat Daya – Ketua Yayasan Kasih Agape Malaimsimsa (YKAM), Pdt. Orpa Rosina Osok, mengungkapkan keprihatinannya terhadap meningkatnya jumlah Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang berkeliaran di jalan-jalan Kota Sorong, Papua Barat Daya, dalam beberapa waktu terakhir.

Menurutnya, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah provinsi, pemerintah kota, serta seluruh pemangku kepentingan di wilayah Papua Barat Daya.

Bacaan Lainnya

Ia menegaskan bahwa ODGJ merupakan manusia yang memiliki hak hidup, hak untuk dikasihi, dilayani, dan diperhatikan secara layak.

“ODGJ ini harus disikapi dengan benar, dibawa dan dilayani. Mereka bukan sekadar diamankan, tetapi harus diperlakukan sebagai manusia seutuhnya yang memiliki hak untuk hidup layak,” ujar Pdt. Orpa.

ISTORI NEWS : Ketua Yayasan.Kasih Agape Malaimsimsa, Pdt. Orpa Rosita Osok.

Ia menyampaikan, Yayasan YKAM Sorong melalui program rehabilitasi yang dimiliki siap menampung dan merawat ODGJ. Namun demikian, yayasan menghadapi kendala serius, terutama dalam hal pembiayaan operasional.

Pdt. Orpa menjelaskan, para ODGJ yang ditampung membutuhkan pemenuhan kebutuhan dasar seperti makan tiga kali sehari, ditambah makanan ringan pada pagi dan sore hari. Seluruh layanan tersebut selama ini ditanggung oleh yayasan dengan keterbatasan sumber daya.

“Kami melayani makan pagi, siang, dan malam, termasuk snack jam 10 dan jam 4 sore. Ini tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit, dan secara pribadi kami mengalami kendala dalam pembiayaan,” ungkapnya.

Oleh karena itu, pihaknya mengajak Badan Persaudaraan Antar Iman (BERANI) serta berbagai pihak lainnya untuk bersama-sama menjadi jembatan penyambung kepada pemerintah agar persoalan ini mendapat perhatian serius.

Ia menekankan pentingnya kemitraan dan kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat sebagai stakeholder dalam pelayanan kemanusiaan, khususnya bagi ODGJ.

“Ini memang menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi kami sebagai masyarakat dan stakeholder juga terpanggil untuk mengambil bagian dalam pelayanan ini,” katanya.

Pdt. Orpa juga menyampaikan harapannya agar kerja sama dengan BERANI dapat terus diperkuat, termasuk dengan tokoh-tokoh yang selama ini telah mendampingi yayasan dalam pelayanan sosial.

Ia optimistis, dengan pembinaan yang tepat, para ODGJ dapat pulih dan kembali berfungsi di tengah masyarakat serta berkontribusi bagi bangsa dan negara sesuai dengan potensi dan keyakinan masing-masing.

“Mereka adalah rakyat Indonesia. Jika mereka pulih, mereka juga bisa berguna bagi bangsa, negara, dan komunitas keagamaan masing-masing,” tuturnya.

Menutup pernyataannya, Pdt. Orpa menegaskan bahwa Yayasan YKAM terbuka untuk bermitra dengan berbagai pihak dan berharap keberadaan BERANI dapat menjadi penggerak solidaritas dan keberanian bersama dalam memperjuangkan isu-isu kemanusiaan.

Pos terkait