ISTORINEWS.COM, Papua Barat Daya– Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, menghadiri sekaligus mengukuhkan Forum Gabungan Asosiasi Pengusaha Orang Asli Papua (Forgapa) di Honay Room The Luxio Hotel Sorong, Jumat (26/9/2025).
Dalam sambutannya, Gubernur Elisa Kambu menegaskan bahwa kehadiran forum ini merupakan kehendak Tuhan dan diharapkan mampu menjembatani para pengusaha OAP dengan pemerintah, dunia usaha, dan para investor.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, saya mengucapkan selamat dan sukses atas pengukuhan forum ini. Mari kita yakini bahwa forum ini hadir bukan karena kekecewaan atau kepentingan sesaat, melainkan lahir dari niat tulus untuk memajukan perekonomian orang asli Papua,” ujarnya.

Gubernur Elisa juga mengingatkan agar forum ini tidak hanya bergantung pada pemerintah, melainkan mampu memanfaatkan potensi besar yang dimiliki Papua Barat Daya.
“Perikanan laut, sungai, dan sumber daya lainnya adalah kekayaan yang harus dikelola. Jangan hanya menunggu bantuan pemerintah, tetapi harus berusaha dan mengelola potensi yang ada agar kita dapat maju dan mandiri,” tegasnya.
Ia menambahkan, peran forum pengusaha OAP sangat penting untuk memperkuat kolaborasi ekonomi dan menciptakan peluang usaha yang lebih luas di Papua Barat Daya.
Ketua Forum Gabungan Asosiasi Pengusaha Orang Asli Papua (Forgapa) Papua Barat Daya, Yance Iek, menegaskan pentingnya kebersamaan para kontraktor dan pengusaha asli Papua dalam memperjuangkan hak-hak mereka.
Menurutnya, perjuangan yang selama ini dilakukan sejalan dengan Undang-Undang Otonomi Khusus serta Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengadaan Barang dan Jasa.
Ia berharap pemerintah daerah, khususnya Gubernur Papua Barat Daya, dapat mengeluarkan regulasi khusus yang mengakomodasi pengusaha asli Papua, baik di sektor kontraktor maupun usaha ekonomi rakyat seperti mama-mama penjual pinang dan sayur di pasar.
“Kami berharap ada aturan yang jelas sehingga pengusaha asli Papua bisa terlibat dalam kegiatan yang bersumber dari APBN, dan mama-mama pasar pun mendapat perhatian sesuai kebutuhan ekonomi mereka,” ujar Yance.
Ia juga menyoroti kendala pengusaha kecil dan menengah (UKM) yang kerap terbebani bunga besar dari pinjaman dana, sehingga membutuhkan perhatian serius pemerintah agar bisa berkembang dan bersaing setara dengan pengusaha lainnya.











Hari ini : 1996
Kemarin : 2229
Total Kunjungan : 440911
Hits Hari ini : 4343
Who's Online : 19