Wali Kota Sorong Tinjau dan Panen Perdana Ayam Petelur Program Pemerintah Pusat di Sorong Barat

ISTORI NEWS : Wali Kota Sorong Tinjau dan Panen Perdana Ayam Petelur Program Pemerintah Pusat di Sorong Barat.

ISTORINEWS.COM, Kota Sorong – Wali Kota Sorong, Septinus Lobat, meninjau sekaligus melakukan panen perdana ayam petelur program pemerintah pusat di Kelompok Ternak Man Bin Kelurahan Rufei, Distrik Sorong Barat, Selasa (27/1/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Sorong melalui Dinas Pertanian sebagai bagian dari program bantuan yang diperbantukan ke daerah.

Bacaan Lainnya

Program ayam petelur ini menyasar tiga kelompok peternak di Kota Sorong dan merupakan hasil dukungan aspirasi anggota DPR RI, Robert Kardinal, yang direalisasikan melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH).

“Ini adalah program dari pemerintah pusat yang diperbantukan ke daerah, khususnya Kota Sorong. Untuk tahap awal ada tiga kelompok penerima, dan hari ini kami meninjau sekaligus panen di kelompok peternak Sorong Barat,” ujar Wali Kota Sorong, Septinus Lobat.

ISTORI NEWS : Wali Kota Sorong, Septinus Lobat, saat memanen telur di kelompok peternak Man Bin Rufei.

Ia menjelaskan, saat ini sekitar 600 ekor ayam petelur telah dikembangkan di lokasi tersebut. Menurutnya, program ini memiliki prospek yang sangat menjanjikan karena mampu meningkatkan ekonomi keluarga peternak sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan telur di Kota Sorong.

Septinus menambahkan, Pemerintah Kota Sorong turut memberikan dukungan melalui penganggaran tambahan dalam APBD Perubahan, termasuk pembangunan gedung dan fasilitas pendukung lainnya sebagai bentuk kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah.

“Kami menyiapkan lahan dan dana pendamping, sehingga hari ini panen bisa dilakukan. Ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah kota,” katanya.

Ia berharap program peternakan ayam petelur dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan agar mampu memenuhi kebutuhan telur di Kota Sorong serta menjamin ketersediaan pasar bagi para peternak.

“Pasarnya sudah tersedia dan telur-telur ini terus dipasarkan. Harapan kami program ini berkesinambungan untuk mendukung konsumsi keluarga sekaligus memenuhi kebutuhan pasar,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kota Sorong, Nelwan Hara, mengatakan pemenuhan kebutuhan pangan membutuhkan sinergi lintas sektor, termasuk dengan Bulog dan program MBG.

“Kolaborasi ini kami dorong agar telur dan sayur hasil produksi petani lokal dapat terserap, khususnya ke dapur-dapur MBG di Kota Sorong,” ujar Nelwan.

Saat ini terdapat sekitar 15 hingga 20 dapur MBG yang beroperasi di Kota Sorong. Telur ayam petelur dan berbagai jenis sayuran lokal, termasuk sayur hidroponik, diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dapur-dapur tersebut.

“Bukan hanya telur, tetapi juga sayur hidroponik yang baru dipanen, semuanya masuk ke dapur MBG. Tujuannya untuk menciptakan perputaran ekonomi masyarakat lokal,” jelasnya.

Terkait pengembangan ayam petelur, Nelwan menyebut Kota Sorong menerima bantuan dari Direktorat Jenderal Peternakan Kementerian Pertanian melalui aspirasi anggota DPR RI Robert Kardinal.

Saat ini, tiga kelompok penerima bantuan tersebut telah mencapai sekitar 85 persen tahap produksi, dengan kapasitas 15 hingga 20 ram telur per hari.

“Telur dijual dengan harga rata-rata Rp60.000 hingga Rp80.000 per ram. Namun kami masih menghadapi kendala pada ketersediaan pakan, sehingga kami berharap ada dukungan lanjutan dari pemerintah pusat, baik untuk pakan maupun pengembangan kandang,” ungkapnya.

Nelwan menambahkan, tiga kelompok ayam petelur tersebut tersebar di Distrik Sorong Barat, Sorong Utara, dan Sorong Timur. Dua di antaranya merupakan kelompok Orang Asli Papua (OAP) yang masih tergolong peternak pemula.

“Kami lakukan pendampingan secara intensif. Puji Tuhan semuanya berjalan baik. Mereka sangat antusias dan bersyukur karena dari sisi pendapatan, usaha ayam petelur ini sangat menjanjikan,” ujarnya.

Ia menegaskan, hasil produksi ayam petelur kini turut membantu meningkatkan pendapatan rumah tangga petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan lokal di Kota Sorong.

Pos terkait