ISTORINEWS.COM, Papua Barat Daya- Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) menyalurkan bantuan stimulan kepada pengelola homestay guna meningkatkan kualitas layanan di era pertumbuhan kunjungan wisata di Provinsi Papua Barat Daya.
Kegiatan penyerahan hibah barang kepada para pengelola homestay itu dilakukan di ruang rapat kantor gubernur Papua Barat Daya, Sabtu (21/2/2026).
Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, menegaskan bahwa pengembangan pariwisata di Papua Barat Daya telah masuk dalam desain besar pemerintah daerah. Menurutnya, ada beberapa langkah strategis yang tengah dan akan terus dilakukan.

“Pertama, kita ingin menyiapkan infrastruktur. Pemerintah memiliki keterbatasan, sehingga kita harus melibatkan masyarakat. Salah satu bukti partisipasi itu adalah para pengelola homestay. Mereka bagian dari upaya bersama dalam menyiapkan infrastruktur pendukung kunjungan wisatawan,” ujar Elisa Kambu.
Ia menjelaskan, pembangunan sektor pariwisata tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Dukungan masyarakat menjadi kunci agar fasilitas penunjang wisata, mulai dari penginapan hingga sarana pendukung lainnya, dapat berkembang secara berkelanjutan.
Langkah selanjutnya adalah memperkuat promosi daerah melalui berbagai media. Pemerintah, kata Elisa Kambu, akan terus memperkenalkan potensi sumber daya alam Papua Barat Daya, baik melalui promosi dalam daerah maupun ke luar daerah.
“Peran media sangat penting. Kami minta dukungan teman-teman media untuk membantu menyebarluaskan informasi tentang keindahan Papua dengan segala keanekaragaman hayatinya,” katanya.
Ia menyebut sejumlah wilayah yang memiliki potensi wisata besar seperti Kabupaten Tambrauw, Sorong Selatan, Maybrat, hingga Raja Ampat. Potensi alam berupa pegunungan, lembah, dan pantai menjadi daya tarik yang harus dipromosikan secara masif.
Selain infrastruktur dan promosi, Gubernur menekankan bahwa faktor keamanan menjadi hal yang paling utama dalam pengembangan pariwisata.
“Keamanan adalah kunci. Jika situasi aman dan kondusif, maka pariwisata akan maju. Wisatawan akan datang, berkunjung, dan mendapatkan pengalaman yang baik. Itu yang ingin kita dorong bersama,” tegasnya.
Ia berharap seluruh pihak, baik pemerintah, masyarakat, maupun media, dapat bersinergi untuk mendorong kemajuan sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak utama ekonomi Papua Barat Daya.
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Papua Barat Daya, Yusdi N Lamatenggo, mengatakan bantuan tersebut difokuskan pada peningkatan fasilitas dasar homestay agar mampu memberikan kenyamanan dan keamanan bagi wisatawan, termasuk tamu mancanegara yang jumlahnya terus meningkat.
“Bantuan ini untuk mendukung dan meningkatkan kualitas pengelolaan homestay. Ada tempat tidur, fasilitas makan dan minum, dukungan transportasi, perlengkapan keselamatan, hingga bantuan solar panel untuk beberapa homestay,” ujarnya.
Ia menjelaskan, bantuan yang diberikan tidak seragam karena disesuaikan dengan kebutuhan dan usulan masing-masing pengelola homestay. Tahun ini merupakan kali kedua program tersebut dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi.
“Ini sudah yang kedua kali. Tahun ini kita mendukung 17 pengelola homestay. Program ini sifatnya stimulan, jadi bertahap,” jelasnya.
Menurut Yusdi, saat ini di Papua Barat Daya terdapat sekitar 300 homestay yang tersebar di berbagai wilayah. Namun, karena keterbatasan anggaran, bantuan diberikan secara bertahap sesuai kemampuan daerah.
“Kita punya keinginan besar untuk membantu semua, tapi tentu tergantung kemampuan anggaran. Mudah-mudahan tahun ini dan tahun depan bisa terus kita dorong,” katanya.
Ia menambahkan, dukungan terhadap homestay tidak hanya berasal dari pemerintah provinsi, tetapi juga diharapkan melibatkan pemerintah kabupaten/kota serta kerja sama dengan BUMN untuk memperkuat usaha masyarakat.
Terkait pengawasan, Yusdi menjelaskan bahwa pihaknya bekerja sama dengan asosiasi homestay yang secara rutin melaporkan perkembangan usaha, termasuk jumlah tamu dan lama menginap, serta berbagai kendala yang dihadapi di lapangan.
“Tugas kami memonitoring dan mendampingi agar kegiatan mereka terus berjalan. Selain itu, kami juga membantu promosi. Dalam setiap event dan pameran, kami selalu melibatkan pengelola homestay,” ungkapnya.
Dengan adanya program stimulan ini, Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya berharap kualitas layanan homestay semakin meningkat dan mampu memperkuat daya saing sektor pariwisata daerah di tingkat nasional maupun internasional.












Hari ini : 332
Kemarin : 1722
Total Kunjungan : 378336
Hits Hari ini : 562
Who's Online : 13