ISTORINEWS.COM, Kota Sorong – Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Papua Barat Daya, Faujia Helga Br. Tampubolon, mendampingi Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruar Sirait, dalam kunjungan kerja di Kota Sorong, Senin (25/4/2026).
Kunjungan tersebut difokuskan pada peninjauan sejumlah program strategis di sektor perumahan dan kawasan permukiman, khususnya yang menyasar masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
“Agenda diawali dengan peninjauan rumah warga di Kelurahan Klasabi di Distrik Sorong Manoi. Di Kelurahan Klasabi Menteri Maruar Sirait sangat tersentuh dengan kondisi rumah warga yang sangat memprihatinkan,” ujar Faujia Helga Tampubolon.
Kata Faujia, program BSPS merupakan usulan langsung dari dirinya sebagai anggota Komisi V DPR RI kepada Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruar Sirait.
Ia pun tersentuh, setelah menteri Maruar Sirait merasa prihatin melihat kondisi rumah warga di Kelurahan Klasabi.
“Pak menteri PKP tadi langsung masuk dan lihat kondisi rumah warga yang sangat tidak layak untuk ditinggal,” tandasnya.
Berdasarkan data, program BSPS mencakup 607 unit rumah di Kota Sorong dan wilayah Papua Barat Daya dialokasi sebanak 3071 unit, guna meningkatkan kualitas hunian masyarakat yang masih tergolong tidak layak.
Dalam kesempatan itu, rombongan juga melakukan simulasi peningkatan kualitas rumah tidak layak huni sekaligus melihat kondisi masyarakat penerima manfaat.
Faujia menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan program perumahan yang tepat sasaran bagi masyarakat di daerah pemilihannya.
“Pemerintah merencanakan penanganan kawasan tersebut melalui pembangunan infrastruktur dasar, seperti jalan lingkungan dan drainase, untuk meningkatkan kualitas hidup warga,” tandasnya.
Program BSPS di Kota Sorong sendiri mencakup ratusan unit rumah yang tersebar di sejumlah kelurahan, sebagai bagian dari percepatan pembangunan kawasan permukiman di wilayah timur Indonesia.
Faujia menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa pengawasan akan terus dilakukan agar program berjalan efektif dan memberikan dampak nyata.
“Dari Papua Barat Daya, kita buktikan bahwa keadilan sosial bukan sekadar slogan, tetapi benar-benar diwujudkan,” pungkasnya.













Hari ini : 2166
Kemarin : 1425
Total Kunjungan : 392061
Hits Hari ini : 4183
Who's Online : 13