Kualitas Udara Kota Sorong Masuk Kategori Tidak Sehat, Warga Diminta Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan

ISTORI NEWS : Kualitas Udara Kota Sorong Masuk Kategori Tidak Sehat, Warga Diminta Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan.

ISTORINEWS.COM, Kota Sorong – Kualitas udara di Kota Sorong, Papua Barat Daya, kembali menunjukkan kondisi yang perlu diwaspadai. Berdasarkan hasil analisis kualitas udara periode 5 Oktober 2026 pukul 09.00 WIT hingga 6 Oktober 2026 pukul 08.00 WIT, sebanyak 13 dari 24 jam pengamatan berada dalam kategori Tidak Sehat.

Hasil analisis tersebut disampaikan melalui Press Release Analisis Kualitas Udara Kota Sorong 6 Oktober 2026 kepada seluruh masyarakat kota Sorong.

Bacaan Lainnya

Dalam analisis tersebut disebutkan, kondisi kualitas udara salah satunya dipengaruhi peningkatan konsentrasi partikulat halus atau PM₂.₅. Partikulat PM₂.₅ merupakan partikel udara berukuran lebih kecil dari 2,5 mikron atau mikrometer yang dapat berada di udara ambien.

Selama periode pengamatan, nilai ISPU (Indeks Standar Pencemar Udara) di Kota Sorong menunjukkan kategori Tidak Sehat.

Peningkatan konsentrasi PM₂.₅ secara umum dipengaruhi oleh massa udara yang bergerak dari arah Tenggara dan Selatan. Massa udara tersebut membawa partikulat dari wilayah yang memiliki banyak titik panas (hotspot) menuju lokasi pengamatan di Kota Sorong.

Dalam informasi tersebut juga dijelaskan bahwa Nilai Ambang Batas (NAB) PM₂.₅ selama 24 jam berada pada angka 55 µg/m³, yang menjadi batas konsentrasi polusi udara yang diperbolehkan dalam udara ambien.

Dengan kondisi kualitas udara yang berada pada kategori Tidak Sehat, masyarakat di Kota Sorong diimbau meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi paparan terhadap udara tercemar.

Masyarakat disarankan untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama ketika kondisi udara berasap. Penggunaan masker yang sesuai juga dianjurkan untuk mengurangi paparan asap dan partikulat.

Selain itu, masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran di ruang terbuka. Saat kondisi udara berasap, pintu dan jendela rumah juga disarankan ditutup untuk mengurangi masuknya polutan ke dalam ruangan.

Masyarakat juga diimbau untuk terus memantau perkembangan kualitas udara dan informasi cuaca melalui kanal resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Sumber : BMKG Statation Pemantau Atmosfer Global Sorong

Pos terkait