ISTORINEWS.COM, Papua Barat Daya- Anggota Komisi Otonomi Khusus (Otsus) DPR Papua Barat Daya, Cartensz Malibella, menyerap berbagai aspirasi masyarakat dalam kegiatan Reses III yang dilaksanakan di Kampung Saluk, Ibu Kota Distrik Wemak, Kabupaten Sorong, Rabu (31/12/25).
Dalam kegiatan tersebut, aspirasi masyarakat disampaikan oleh Wakil Ketua LMA Malamoi, sub suku Salgma, yang mencakup sejumlah kebutuhan mendesak di berbagai bidang, mulai dari infrastruktur, masyarakat adat, kepemudaan, hingga pendidikan.
Pada bidang infrastruktur, masyarakat mengusulkan pembangunan rumah layak huni bagi warga Kampung Saluk, renovasi gedung serbaguna kampung, pembangunan pagar dan pengecoran halaman gedung gereja GKI Efata Saluk.
Selain itu juga, pembangunan sejumlah ruas jalan, yakni jalan masuk Kampung Woloin sepanjang 7 kilometer, Dusun Diar 6 kilo meter, dan Dusun Aulau 7 kilometer.
Kata Cartensz Malibela warga juga meminta bantuan biaya pemasangan meteran listrik PLN bagi 40 kepala keluarga di Kampung Saluk.
“Masyarakat juga menyampaikan aspirasi terkait penyediaan kapling perumahan bagi anak-anak sekolah asal Distrik Wemak yang menempuh pendidikan di Kabupaten Sorong, khususnya di Kota Aimas,” ujarnya.
Dikatakannya, pada bidang masyarakat adat, warga mengusulkan pembangunan Kantor Dewan Adat Distrik Wemak serta bantuan dana untuk mendukung proses pendidikan adat yang tengah berlangsung di Sub-Suku Moi Salgma dan Kelabra.
Di bidang kepemudaan, aspirasi yang disampaikan meliputi pengurusan lapangan sepak bola Kampung Saluk, bantuan biaya pengurusan Akta Notaris dan pendaftaran Ikatan Pemuda Wemak Bersatu di Kesbangpol Kabupaten Sorong, bantuan alat musik gereja, perlengkapan olahraga seperti kostum sepak bola, bola kaki, dan bola voli, serta pembangunan sekretariat Ikatan Pemuda Wemak Bersatu.
“Masyarakat juga mengusulkan bantuan bodi perahu berukuran besar bagi warga Kampung Saluk yang menggunakan jalur sungai sebagai sarana transportasi utama,” terang Cartensz.
Pada bidang pendidikan, warga secara tegas meminta pembangunan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Distrik Wemak. Bahkan, para pemilik hak ulayat menyatakan kesiapan mereka untuk melepaskan lahan yang dibutuhkan guna pembangunan SMP maupun SMA di wilayah tersebut.
Terkait berbagai aspirasi yang diterima, Cartensz menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan seluruh usulan tersebut sesuai dengan mekanisme dan aturan yang berlaku di DPR Papua Barat Daya.
“Aspirasi ini akan kami perjuangkan melalui mekanisme kelembagaan. Tahap awal akan dibawa ke paripurna DPR untuk penetapan hasil reses, kemudian dimasukkan dalam Musrenbang agar dapat diakomodir sesuai dengan kemampuan keuangan daerah,” tegasnya.
Dalam momentum reses yang bertepatan dengan perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 1 Januari 2026, Cartensz Malibella juga menyerahkan santunan kepada janda, duda, serta anak yatim piatu yang berada di Kampung Saluk.
“Momentum ini menjadi kesempatan untuk saling berbagi berkat. Semoga apa yang diberikan dapat bermanfaat bagi saudara-saudara kita,” tandasnya.















Hari ini : 469
Kemarin : 1317
Total Kunjungan : 237251
Hits Hari ini : 1101
Who's Online : 6