ISTORINEWS.COM, Kota Sorong – Wali Kota Sorong Septinus Lobat melantik Badan Pengurus Kerukunan Keluarga Kawanua Maesa Sorong (K3MS) masa bakti 2026–2031 di Gedung L Jitmau, Kota Sorong, Rabu (25/3/2026) malam.
Kehadiran Wali Kota Sorong bersama istri Jemima Elisabeth Lobat disambut iringan tarian tradisional dari tanah Minahasa. Selain itu hadir juga Anggota DPR RI, Faujia Helga Tampubolon, Ketua DPRP PBD, Ortis Sagrim dan sejumlah pejabat lainnya.
Wali Kota Septinus Lobat dalam sambutannya mengatakan K3MS Sorong merupakan mitera kerja Pemerintah Kota Sorong yang siap bersinergi untuk membangun kota Sorong semakin maju di Papua Barat Daya.
“K3MS Sorong nerupakan mitera kerja Pemerintah Kota Sorong yang nantinya bersinergi untuk membangun kota Sorong semakin maju di Papua Barat Daya,” ujar Septinus Lobat.

“Selanjutnya selamat dan sukses bagi pengurus K3MS yang baru saja saya lantik, semoga ke depan dapat bekerja sama dengan baik bersama pemerintah daerah,” lanjut Lobat.
Ia juga menyebutkan bahwa organisasi kemasyarakatan memiliki peran penting dalam memperkuat hubungan sosial di tengah keberagaman masyarakat.
Ketua Kerukunan Keluarga Kawanua Maesa Sorong (K3MS), Anneke Lieke Makatuuk, mengajak seluruh pengurus yang baru dilantik untuk terus memperkuat persatuan serta menjaga nilai kebersamaan dalam kehidupan organisasi dan bermasyarakat.
Hal tersebut disampaikan dalam sambutannya pada acara pelantikan pengurus K3MS di Sorong.
Ia menekankan bahwa keberadaan warga Kawanua di tanah rantau selalu membawa semangat mapalus (gotong royong), persaudaraan, dan solidaritas yang tidak lekang oleh waktu.
Dalam sambutannya, Anneke juga mengajak seluruh anggota untuk sejenak menengok perjalanan panjang organisasi.
Ia mengungkapkan bahwa cikal bakal kerukunan Kawanua di Sorong telah dimulai sejak tahun 1967, sebagai wadah pertama yang menaungi perantau Minahasa di daerah tersebut.

“Perjalanan ini penuh dinamika, termasuk adanya perpecahan organisasi di masa lalu. Namun berkat kedewasaan dan kebesaran hati para tokoh, akhirnya terjadi rekonsiliasi bersejarah pada 10 Desember 2020, yang menyatukan kembali seluruh elemen menjadi K3MS seperti saat ini,” ujarnya.
Anneke mengakui, tantangan organisasi tidak berhenti setelah penyatuan. Seiring waktu, berbagai dinamika kembali muncul, termasuk upaya-upaya yang berpotensi memecah persatuan.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa K3MS akan tetap berdiri kokoh dengan menjunjung tinggi semangat persaudaraan.
“Kita tidak akan membalas perpecahan dengan permusuhan. Sebaliknya, K3MS harus menjadi rumah besar yang merangkul dan mempersatukan seluruh warga Kawanua,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa organisasi K3MS dibangun di atas nilai-nilai spiritual yang kuat, sebagaimana tercermin dalam ajaran untuk saling berbagi suka dan duka. Prinsip “Torang Samua Basudara” disebutnya sebagai fondasi utama dalam menjaga keharmonisan antaranggota.
Dalam kesempatan tersebut, Anneke juga mengingatkan komitmen K3MS untuk menghormati dan menjunjung tinggi budaya serta martabat Orang Asli Papua. Ia menegaskan bahwa Sorong merupakan rumah bersama yang harus dijaga dengan penuh rasa hormat.
“K3MS harus hadir sebagai organisasi yang bersinergi dengan pemerintah serta memberi kontribusi positif bagi masyarakat luas,” pungkas Wakil Ketua I DPRP Papua Barat Daya itu.
Pelantikan pengurus K3MS ini diharapkan menjadi momentum baru untuk memperkuat peran organisasi dalam membangun persatuan, baik di internal warga Kawanua maupun dalam kehidupan sosial di Kota Sorong.













Hari ini : 246
Kemarin : 1722
Total Kunjungan : 378250
Hits Hari ini : 365
Who's Online : 9