ISTORINEWS.COM, Kota Sorong – Pemerintah pusat terus memperkuat komitmen menghadirkan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), termasuk di wilayah timur Indonesia.
Hal ini ditegaskan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait saat meninjau langsung perumahan subsidi Aqwa Mulia Residence 6 di Kota Sorong, Minggu (26/4/2026).
Dalam kunjungan kerja tersebut, Menteri Ara sapaan akrabnya didampingi Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu serta Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti.
Peninjauan dilakukan untuk memastikan kualitas pembangunan rumah subsidi sekaligus melihat langsung pemanfaatannya oleh masyarakat.
Menteri Ara menegaskan bahwa program rumah subsidi tidak hanya berfokus pada kuantitas, tetapi juga kualitas hunian yang dibangun.
Menurutnya, rumah yang layak dan nyaman akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.

“Kita ingin memastikan rumah subsidi benar-benar layak huni dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat. Ini bukan hanya soal jumlah unit, tetapi kualitas yang harus terus dijaga,” ujarnya.
Dalam peninjauan tersebut, ia juga menyoroti keunggulan lokasi perumahan yang dinilai strategis karena dekat dengan berbagai fasilitas umum seperti sekolah, rumah sakit, pasar, dan tempat ibadah.
Aksesibilitas ini dinilai penting untuk menunjang kehidupan sehari-hari warga.
Bahkan, Menteri Ara memberikan penilaian langsung terhadap perumahan tersebut.
Ia menyebut kualitas Aqwa Mulia Residence 6 sudah cukup baik dengan nilai 8, namun tetap perlu peningkatan ke depan agar memenuhi standar hunian yang lebih optimal.
“Sudah baik, saya beri nilai 8. Tapi tentu harus terus ditingkatkan kualitasnya,” tegasnya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan pengembang dalam mempercepat penyediaan perumahan di Papua.
Pemerintah pusat, kata dia, bertugas menyiapkan kebijakan dan pembiayaan, sementara pemerintah daerah mendukung regulasi dan penyediaan lahan.
Tak kalah penting, penggunaan data yang akurat juga menjadi perhatian dalam memastikan program tepat sasaran. Menteri Ara menyebut kerja sama dengan BPS menjadi langkah strategis untuk menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menyatakan pihaknya siap mendukung penuh program perumahan melalui penyediaan data yang valid dan terintegrasi.
“Kami memastikan data yang akurat agar program perumahan benar-benar tepat sasaran, khususnya bagi MBR,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Elisa Kambu mengapresiasi perhatian pemerintah pusat terhadap pembangunan perumahan di Papua Barat Daya.
Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung percepatan pembangunan, termasuk melalui kebijakan pembebasan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).
“Kami siap memberikan kemudahan regulasi agar pembangunan rumah subsidi semakin cepat dan terjangkau,” katanya.
Dari sisi pengembang, Fadlly selaku pemilik Aqwa Mulia Residence 6 menjelaskan bahwa perumahan ini dibangun di atas lahan sekitar 3 hektare dengan total 136 unit, di mana 128 unit telah dihuni.
Kedepan, pihaknya berencana menambah ruang terbuka hijau untuk meningkatkan kenyamanan lingkungan.
Keberadaan Aqwa Mulia Residence 6 menjadi salah satu contoh pengembangan hunian terjangkau di Kota Sorong yang diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di tengah pertumbuhan kawasan perkotaan.
Melalui kunjungan ini, Kementerian PKP kembali menegaskan komitmennya untuk mendorong pemerataan pembangunan perumahan hingga ke wilayah timur Indonesia, dengan menekankan aspek kualitas, keterjangkauan, dan ketepatan sasaran program.












Hari ini : 925
Kemarin : 0
Total Kunjungan : 402125
Hits Hari ini : 1422
Who's Online : 10