Babak Baru Roda Pemerintahan Kabupaten Raja Ampat Periode 2025-2030

Bupati Raja Ampat, Orideko Iriano Burdam, S.E,.M.M,.M.Sc,Dev bersama isteri (kiri) dan Wakil Bupati Raja Ampat, Drs.Mansyur Syahdan, S.E bersama isteri (kanan).

Oleh : Willem Oscar Makatita

Seperti biasa roda pemerintahan terus berputar, baik di tingkat pusat maupun di daerah provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia. Itulah demokrasi.

Bacaan Lainnya

Pada 20 Februari 2025 Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara serentak melantik 961 kepala daerah dari 481 daerah yang terdiri terdiri 33 Gubernur dan Wakil Gubernur, 363 Bupati dan Wakil Bupati serta 85 Walikota dan Wakil Walikota.

Salah satunya adalah Bupati dan Wakil Bupati Raja Ampat, Orideko Iriano Burdam dan Mansyur Syahdan yang telah mendapat sebagian besar hati masyarakat Raja Ampat saat proses pesta demokrasi berlangsung.

Berasal dari latar belakang birokrat murni, tentunya pasangan ORMAS ini paham betul bagaimana cara mengemas visi dan misi pasangan bupati dan wakil bupati Raja Ampat untuk mengaplikasikannya dalam penerapan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

Di sini awal dimulainya babak baru roda pemerintahan kabupaten Raja Ampat untuk mensejahterakan masyarakat serta meningkatkan pembangunan di segala bidang.

Bupati Orideko Burdam dan Wakil Bupati Mansyur Syahdan mempunyai pengalaman dalam birokrasi pemerintahan, sehingga kedua sosok yang humanis ini tentunya paham apa yang akan mereka lakukan.

Di sisi lain Bupati Orideko Burdam dan Wakil Bupati Mansyur Syahdan dengan semangat kebersamaan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

Mengutip pernyataan Presiden Prabowo Subianto saat acara pelantikan kepala daerah serentak di istana presiden. Presiden Prabowo menegaskan, kepala daerah wajib menjaga kepentingan rakyat dan berjuang untuk kesejahteraan masyarakat.

Adalah amanat dan kepercayaan yang disampaikan kepala negara menjadi dasar integritas dan komitmen Bupati Orideko Burdam dan Wakil Bupati Mansyur Syahdan terhadap masyarakat Raja Ampat.

Pelantikan Bupati Orideko Burdam dan Wakil Bupati Mansyur Syahdan menjadi tonggak baru dalam tata kelola pemerintahan daerah di Raja Ampat, menandai era kepemimpinan yang lebih terstruktur dan terintegrasi demi kepercayaan masyarakat kabupaten Bahari.

Tidak hanya sampai di situ saja, bupati dan wakil bupati yang pernah menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) ini juga harus menata kembali kabinetnya.

Menentukan setiap pejabat yang memiliki komitmen dan integritas yang tinggi untuk membantu bupati dan wakil bupati dalam menjalankan roda pemerintahan.

Bupati dan Wakil Bupati Raja Ampat sebagai eksekutif juga harus mampu membangun hubungan yang baik dan harmonis dengan pimpinan dan anggota legislatif dan bermitra dengan siapa saja.

BERSINERGI MENDUKUNG PEMERINTAHAN BARU

Bupati Raja Ampat Orideko Burdam dan Wakil Bupati Mansyur Syahdan telah resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai bukti dari hasil Pilkada serentak 2024 lalu.

Bupati Raja Ampat, Orideko Iriano Burdam, S.E,.M.M,.M.Sc,Dev (kiri) dan Wakil Bupati Raja Ampat, Drs.Mansyur Syahdan, S.E (kanan).

 

Pelantikan pasangan ORMAS ini bukan sebuah seremoni belakang, melainkan bukti dari pengesahan bahwa pemerintah Orideko-Mansyur siap melangkah bersama masyarakat menuju Raja Ampat yang lebih baik.

Oleh karena itu, masyarakat Raja Ampat dari Utara sampai selatan perlu memberikan dukungan penuh agar pemerintahan baru dapat menjalankan tugasnya dengan optimal. Ini merupakan babak baru dalam tata kelola pemerintahan daerah di Raja Ampat.

Dukungan yang diberikan kepada bupati dan wakil Bupati bukan berarti tanpa kritik, melainkan dalam bentuk partisipasi aktif masyarakat dalam setiap kebijakan yang diambil.

Bupati dan wakil bupati juga harus peka menerima kritikan baik buruknya yang datang dari masyarakat. Hal itu semata-mata demi kemajuan pembangunan di kabupaten Raja Ampat.

Masyarakat juga harus memahami bahwa proses politik sudah berakhir, sudah seharusnya suasana saat ini adalah bergandengan tangan untuk membangun bersama kepala daerah.

Kepala daerah juga harus berprinsip segala persoalan politik telah berakhir dan saatnya untuk merangkul semua lawan-lawan politik bergandengan tangan untuk membangun dan memajukan Raja Ampat semakin lebih baik.

“Tak ada gading yang tak retak. Artinya, tidak ada sesuatu yang sempurna” yang sempurna hanyalah Tuhan yang Maha Kuasa. ***

Pos terkait