ISTORINEWS.COM, Papua Barat Daya– Kepala Bidang Riset dan Inovasi Bapperinda Papua Barat Daya, Frengki Albert R. M, Saa, menjelaskan bahwa kunjungan Bappeda Papua Tengah ke Papua Barat Daya merupakan tindak lanjut atas ketertarikan mereka terhadap sistem pengendalian APBD berbasis website yang dikembangkan oleh Bapperinda Papua Barat Daya.
Frengki mengungkapkan bahwa kedekatan kerja sama ini bermula dari program pelatihan di Australia selama satu bulan, yang diikuti oleh dirinya.
Pelatihan tersebut berlangsung di Brisbane, Canberra, dan Sydney, di mana setiap peserta diminta membangun project award masing-masing.
“Saya mengembangkan project award berupa sistem pengendalian APBD. Teman-teman dari Bappeda Papua Tengah sangat terkagum karena dari enam DOB baru, hanya Papua Barat Daya yang sudah memiliki sistem pengendalian APBD seperti ini,” ujar Frengki Saa di Kantornya, Selasa (25/11/2025).
Ia mengatakan bahwa dua minggu sebelumnya, Bappeda Papua Tengah telah mengadakan pelatihan internal dan menyampaikan bahwa sistem tersebut dibangun oleh dirinya.
Hal itu mendorong Bappeda Papua Tengah untuk segera mengirim surat resmi meminta pelatihan lebih lanjut dan pendampingan langsung.
“Mereka langsung bersurat ke saya karena ingin belajar dan mengembangkan sistem serupa di Papua Tengah. Kami akan melatih mereka selama dua hari, mulai dari format-format laporan, format realisasi anggaran OPD, hingga seluruh modul pengoperasian sistem,” ujarnya.
Frengki menegaskan bahwa seluruh sistem, manual, dan modul akan diberikan secara lengkap agar dapat diadopsi di pemerintah provinsi Papua Tengah.
Ia juga telah membentuk tim teknis yang nantinya akan dikirim ke Nabire untuk melakukan pendampingan lanjutan.
“Tugas bidang riset adalah menciptakan inovasi baru. Papua Barat Daya sudah memiliki inovasi sistem pengendalian OPD berbasis website. Setelah mereka belajar di sini, kami akan dampingi terus di Papua Tengah,” katanya.
Ia menambahkan bahwa hingga kini, 29 OPD di Papua Barat Daya sudah terlatih dan mampu mengoperasikan sistem tersebut.
Tenaga-tenaga inilah yang nantinya ikut membantu pendampingan di Papua Tengah.
Frengki juga berharap provinsi lain, termasuk Papua Selatan, dapat mempelajari sistem yang kini menjadi rujukan 12 provinsi yang sebelumnya mengikuti program pelatihan di Australia.
“Harapan saya sederhana, sistem ini sudah ada, lengkap, dan dapat dimanfaatkan. Tinggal digunakan saja,” tutupnya.















Hari ini : 507
Kemarin : 1317
Total Kunjungan : 237289
Hits Hari ini : 1259
Who's Online : 6