ISTORINEWS.COM, Kota Sorong– Balai Wilayah Sungai (BWS) Papua Barat menargetkan pembebasan lahan seluas 14 hektar di sepanjang bantaran Sungai Remu sebagai upaya meminimalisir dampak banjir di Kota Sorong.
Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Papua Barat, Wempi Nauw, menjelaskan bahwa luas lahan yang akan dibebaskan mencakup lima kelurahan di Kota Sorong, dengan masing-masing sisi sungai akan dibebaskan sejauh 15 meter dari palung sungai. Pembebasan lahan ini dilakukan sesuai Peraturan Menteri PUPR Nomor 28/PRT/M/2015 tentang penetapan garis sepadan sungai.
“Kita mengambil lebar kiri kanan sungai sekitar 15 meter, sehingga total yang dibutuhkan untuk pembebasan itu sekitar 14 hektare di lima kelurahan,” jelas Wempi di Sorong.
Berdasarkan aturan tersebut, garis sempadan sungai ditetapkan minimal 10-15 meter, tergantung kedalaman sungai. Sungai Remu termasuk dalam kategori sungai yang wajib memiliki sempadan 15 meter.
Menurut Wempy, tujuan dari program ini adalah untuk menjaga fungsi ekologis dan hidrologis sungai, sekaligus sebagai langkah pengendalian banjir.
Mengingat bantaran Sungai Remu telah lama dihuni warga sebelum regulasi berlaku, maka pembebasan lahan dilakukan dengan mekanisme penggantian oleh negara atas tanah, bangunan, dan tanaman milik warga.
“Kami punya data sementara, ada sekitar 399 kepala keluarga yang tinggal di lima kelurahan di bantaran Sungai Remu,” ungkap Wempi.
Pihaknya juga telah melakukan sosialisasi kepada warga dan menjalin koordinasi dengan Pemerintah Kota Sorong, termasuk pengadaan tanah dari belakang Korem 181 Sorong hingga ke muara Sungai Remu yang melintasi Kelurahan Remu Selatan, Sorong Manoi, dan Malabutor.
Wali Kota Sorong, Septinus Lobat, menyampaikan apresiasi terhadap program tersebut dan menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pembebasan lahan.
“Kami akan segera membentuk tim bersama Balai Wilayah Sungai dan menyusun jadwal terpadu untuk sosialisasi kepada masyarakat,” ujar Wali Kota.
Tak hanya Sungai Remu, Wali Kota Sorong juga mengusulkan agar Sungai Klasaman mendapat penanganan serupa, karena banjir tahunan di wilayah tersebut sering terjadi pada bulan Agustus.














Hari ini : 348
Kemarin : 1317
Total Kunjungan : 237130
Hits Hari ini : 612
Who's Online : 9