ISTORINEWS.COM, Kota Sorong – Bagi Fivin Manggaprow, kesembuhan anaknya, Deby Johosepin Garpenasi, menjadi sebuah perjuangan yang tidak mudah. Apa yang awalnya dianggap sebagai keluhan kesehatan biasa, perlahan berubah menjadi kondisi yang membuat Fivin harus membawa putrinya menjalani pemeriksaan hingga akhirnya dirujuk ke Makassar, Sulawesi Selatan.
Deby, anak berusia 12 tahun asal Kampung Warwanai, Distrik Waigeo Utara, Kabupaten Raja Ampat, mengalami benjolan pada bagian mulut yang semakin lama semakin terlihat dan membesar.
Fivin mengisahkan, keluhan Deby sebenarnya sudah dirasakan sejak beberapa tahun lalu. Saat itu, dirinya belum menyangka bahwa keluhan tersebut akan membawa anaknya pada rangkaian pemeriksaan dan pengobatan yang panjang.
“Awalnya saya kira mungkin sakit biasa. Saya sudah bawa pergi ke dokter, diperiksa, kemudian dokter kasih obat untuk diminum,” tutur Fivin.
Namun, setelah menjalani pengobatan, kondisi Deby justru mengalami perubahan. Bagian tubuh yang dikeluhkan mulai membengkak dan kondisinya semakin terlihat jelas.
Kekhawatiran Fivin pun bertambah ketika pembengkakan tersebut semakin besar. Dokter kemudian menyarankan agar Deby menjalani pemeriksaan CT scan untuk mengetahui secara lebih jelas kondisi yang dialaminya.

Fivin mengikuti anjuran tersebut. Ia kembali membawa Deby menjalani pemeriksaan dan setelah hasil CT scan keluar, keduanya kembali berkonsultasi dengan dokter.
Dari hasil pemeriksaan dan konsultasi tersebut, Fivin mendapat penjelasan bahwa penanganan Deby tidak dapat dilakukan di Sorong dan membutuhkan penanganan lebih lanjut di luar Papua Barat Daya.
“Kondisinya sudah seperti ini, saya kembali lagi ke dokter. Dokter bilang kami tidak bisa tahu, jadi harus dirujuk keluar,” ujarnya.
Rujukan tersebut akhirnya membawa Deby menuju Makassar untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut, termasuk menjalani operasi di salah satu rumah sakit di Sulawesi Selatan.
* Uluran Tangan Anggota DPR RI di Tengah Perjuangan Deby
Perjalanan menuju pengobatan di Makassar tentu bukan perkara sederhana bagi Fivin dan keluarganya. Selain harus memikirkan kondisi kesehatan anak, kebutuhan selama berada di luar daerah juga menjadi bagian dari perjuangan yang harus dihadapi.
Di tengah situasi tersebut, dukungan datang dari Anggota Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Faujia Helga Br. Tampubolon Umlati, bersama Partai Demokrat Papua Barat Daya.

Perhatian tersebut diberikan setelah kondisi Deby Garpenasi diketahui membutuhkan penanganan medis lebih lanjut di Makassar.
Sainudin Tela, mewakili Faujia Helga Br. Tampubolon Umlati dan Partai Demokrat Papua Barat Daya, mengatakan bantuan diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap Deby dan keluarganya.
“Faujia Helga tergerak hatinya setelah melihat kondisi anak Deby yang sedang sakit. Apalagi orang tuanya berasal dari Kabupaten Raja Ampat,” ujar Sainudin.
Bantuan tersebut turut mendukung proses keberangkatan Deby ke Makassar serta kebutuhan selama menjalani penanganan medis di sana.
Bagi Fivin, dukungan itu menjadi bagian penting dalam perjuangannya mendampingi Deby. Di tengah keterbatasan dan panjangnya proses pengobatan, bantuan yang diterima memberikan ruang bagi dirinya untuk lebih fokus mendampingi sang anak.
* Harapan untuk Kesembuhan Anak Deby
Fivin pun menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian dari anggota DPR RI, Faujia Helga Br Tampubolln Umlati dan Partai Demokrat yang diberikan kepada anaknya Deby Garpenasi.
“Terima kasih banyak untuk Ibu Faujia atas semua kebaikan yang Ibu lakukan untuk anak saya Deby. Sampai mau ke Makassar, semua fasilitas yang ada di sana, Ibu sudah bantu, tempat tinggal dan semuanya. Saya ucapkan terima kasih buat Ibu, Tuhan pasti memberkati ibu Faujia dan keluarga,” ungkap Fivin.
Kini, harapan Fivin sederhana. Ia ingin proses pengobatan dan operasi yang dijalani Deby di Makassar berjalan lancar sehingga anaknya dapat kembali sehat dan menjalani kehidupan seperti anak-anak seusianya.
Sementara itu, Sainudin Tela mengatakan pihaknya berharap seluruh proses pengobatan Deby berjalan dengan baik dan mendapatkan hasil yang diharapkan.
“Kami berharap semua upaya penyembuhan untuk anak Deby dapat dijawab oleh Tuhan Yang Maha Kuasa, sehingga Deby bisa mendapatkan kesembuhan dan kembali menjalani aktivitas seperti anak-anak lainnya,” katanya.
Perjalanan Deby bersama ibunya menjadi gambaran bahwa di balik sebuah proses pengobatan, terdapat perjuangan keluarga yang tidak sedikit.
Dari keluhan yang semula dianggap sakit biasa, hingga harus menempuh perjalanan ke luar daerah untuk mendapatkan tindakan medis, Fivin tetap mendampingi anaknya dengan satu harapan, Deby bisa sembuh dan kembali tersenyum seperti anak-anak lainnya.







