ISTORINEWS.COM, Papua Barat Daya– Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya melalui Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Energi dan Sumber Daya Mineral bekerjasama dengan 17 perusahaan di berbagai sektor menggelar Job Fair 2025 selama dua hari 16-17 November, bertempat di gedung BPVP/BLK Sorong, Selasa (16/9/2025).
Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, menegaskan komitmennya dalam menekan angka pengangguran terbuka (TPT) di provinsi baru tersebut yang per Februari 2025 tercatat sebesar 6,61 persen, lebih tinggi dari rata-rata nasional.
“Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan cerminan tantangan nyata yang dihadapi, terutama oleh para pemuda-pemudi kita yang ingin mengabdi membangun daerah ini,” ujarnya.
Menurut Kambu, penyelenggaraan job fair menjadi langkah konkret pemerintah daerah dalam membuka peluang kerja seluas-luasnya bagi masyarakat.
Ia menekankan kegiatan tersebut harus

berjalan dalam semangat Otonomi Khusus (Otsus) dengan memberikan prioritas kepada Orang Asli Papua (OAP).
“Kita memiliki kewajiban moral dan konstitusional untuk memastikan putra-putri asli Papua mendapat kesempatan lebih luas dan prioritas dalam setiap lowongan pekerjaan,” tegasnya.
Kepada perusahaan, gubernur meminta kebijakan rekrutmen sejalan dengan semangat Otsus dengan memberi kesempatan pertama bagi pencari kerja OAP.
Sementara itu, kepada para pencari kerja, ia berpesan agar memanfaatkan momentum job fair dengan menyiapkan diri, meningkatkan kompetensi, serta menunjukkan daya saing.
Ia juga menginstruksikan Dinas Tenaga Kerja dan instansi terkait agar tidak berhenti pada job fair, melainkan terus berkoordinasi dengan dunia usaha, menyediakan pelatihan relevan, mendukung wirausaha baru, serta melakukan pendataan berkala.
“Dengan kerja keras, kolaborasi, dan semangat keberpihakan, saya yakin kita mampu mewujudkan Papua Barat Daya yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera,” pungkasnya.
Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Energi dan Sumber Daya Mineral Papua Barat Daya, Suros, dalam laporan pembukaan Job Fair 2025 menyampaikan kegiatan ini merupakan implementasi program kerja Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya untuk mengatasi persoalan ketenagakerjaan, khususnya tingginya angka pengangguran terbuka di daerah.
Perusahaan-perusahaan yang dimaksud seperti BUMN (Bank Mandiri, PLN), perkebunan (ANJ Group, Inti Kebun Bro), ritel (Alfamart, Indomaret), perhotelan (Aston, Airmas), jasa tenaga kerja (PT Prima Karya Sarana Sejahtera, PT Global Putra Gelombang Service), serta perusahaan pembiayaan nasional dan lokal.
Tercatat tersedia 1.062 lowongan kerja, didominasi sektor perkebunan kepala sawit dengan 685 posisi sebagai pemanen dan perawat kebun sawit. PLN juga secara khusus membuka rekrutmen penuh, khusus untuk putra-putri Orang Asli Papua (OAP).
“Job Fair ini menjadi wadah interaktif yang mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan. Kami berharap melalui kegiatan ini, angka pengangguran di Papua Barat Daya dapat ditekan, sekaligus membuka kesempatan kerja yang layak bagi masyarakat, terutama OAP,” kata Suroso.














Hari ini : 362
Kemarin : 853
Total Kunjungan : 312630
Hits Hari ini : 554
Who's Online : 7